Minggu, 18 JANUARI 2026 • 20:18 WIB

Iran Mempertimbangkan Rencana Pemulihan Akses Internet Pasca Kerusuhan

Author

Iran Mempertimbangkan Rencana Pemulihan Akses Internet Pasca Kerusuhan

Otoritas Iran sedang dalam proses mengevaluasi kemungkinan untuk membuka akses internet secara bertahap setelah lebih dari seminggu pemblokiran yang menyusul kerusuhan. Saat ini, mayoritas penyedia layanan internet dan seluler masih terputus, menyulitkan warga untuk berkomunikasi.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Keresahan Masyarakat

Pada tanggal 18 Januari, sumber berita AFP melaporkan bahwa akses internet mulai pulih di Teheran, tetapi banyak penyedia masih mengalami masalah konektivitas. Pengiriman pesan teks sudah kembali normal sejak Sabtu pagi, sementara panggilan internasional juga telah berfungsi kembali sejak hari Selasa.

Kondisi Terkini Akses Internet di Iran

Setelah lebih dari seminggu pemblokiran, laporan terbaru menunjukkan bahwa akses internet di Tehran mulai pulih. Namun, banyak penyedia layanan masih mengalami gangguan, membatasi kemampuan komunikasi warga.

Kantor berita Tasnim menyebutkan bahwa pemulihan internet akan dilakukan secara bertahap, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut. Pengembalian layanan ini diharapkan bisa memberikan kemudahan bagi warga dalam berkomunikasi pasca kerusuhan.

Baca juga: Dukungan Menteri Keuangan Sri Mulyani Pasca Penjarahan Rumahnya

Latar Belakang Kerusuhan dan Pemblokiran

Pemadaman komunikasi yang dilakukan oleh pemerintah Iran merupakan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini berkaitan dengan meningkatnya seruan untuk demonstrasi anti-pemerintah yang muncul akibat ketidakpuasan sosial.

Dalam beberapa hari terakhir, layanan komunikasi, termasuk pesan teks dan panggilan telepon, mengalami gangguan signifikan. Pemerintah terpaksa mengandalkan intranet domestik untuk menjamin akses ke situs web dan aplikasi penting.

Korban Jiwa dan Reaksi Pemerintah

Pejabat Iran telah mengakui adanya korban jiwa dalam protes tersebut, meskipun angka pastinya tidak disebutkan. Laporan dari Iran Human Rights (IHR) mencatat sekitar 3.428 orang tewas akibat tindakan pasukan keamanan, meskipun angka tersebut masih diperdebatkan.

Perkiraan lain menyebutkan jumlah korban tewas mungkin mencapai lebih dari 5.000, dengan beberapa laporan memberikan angka hingga 20.000. Namun, lembaga peradilan Iran membantah klaim tersebut dan menyebutkan bahwa 'beberapa ribu' orang tewas akibat tindakan 'agen' asing yang dituduh menghasut kerusuhan.

Baca juga: Fenomena Film KPop Demon Hunters: Dari Kontroversi hingga Popularitas Global

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU