Batuk yang berlangsung lebih dari beberapa minggu setelah mengalami infeksi saluran pernapasan menjadi isu yang patut diwaspadai. Meskipun penderitanya merasa sehat, batuk berkepanjangan dapat menunjukkan bahwa sistem pernapasan belum sepenuhnya pulih.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Alexander Isak
Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, dan meskipun risiko penularannya dianggap rendah, langkah-langkah pencegahan tetap perlu diperhatikan, terutama di kalangan kelompok rentan.
Penyebab Batuk Berkepanjangan
Seringkali, batuk berkepanjangan disebabkan oleh peningkatan sensitivitas saluran pernapasan setelah infeksi. Dr. Mok Boon Rui, kepala eksekutif dan pendiri Pinnacle Family Clinic, menyatakan bahwa kondisi ini muncul ketika saluran pernapasan belum pulih sepenuhnya.
Dokter Joanne Khor, yang menjabat sebagai dokter keluarga dan wakil kepala Poliklinik Jurong, mengungkapkan bahwa iritasi akibat postnasal drip menjadi penyebab umum. Ini terjadi saat lendir dari hidung atau sinus menetes ke tenggorokan, menimbulkan rasa tidak nyaman yang memicu batuk.
Di samping itu, beberapa kondisi medis seperti asma, rinitis alergi, dan penyakit refluks gastroesofageal (GERD) dapat memperburuk sensitivitas saluran pernapasan. Hal ini tentunya meningkatkan risiko terjadinya batuk yang berkepanjangan.
Baca juga: Menunjukkan Cinta Melalui Tindakan Kecil untuk Pasangan
Risiko Penularan dan Tindakan Pencegahan
Meskipun seseorang mengalami batuk berkepanjangan tetapi merasa sehat, Dr. Mok menegaskan bahwa risiko penularan kepada orang lain cenderung rendah. Dalam kasus infeksi virus, penularan dapat terjadi beberapa hari sebelum gejala muncul serta setelahnya.
Walau risiko penularan tergolong rendah, tindakan pencegahan tetap penting, terutama di sekitar individu berisiko tinggi seperti orang lanjut usia dan anak-anak. Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi penerapan etika batuk, menjaga kebersihan tangan, serta mengenakan masker.
Dr. Khor juga menambahkan bahwa penggunaan masker dapat membantu meminimalisir penyebaran partikel saat batuk. Selain itu, masker juga dapat memperbaiki kelembapan udara yang dihirup, yang mungkin membantu mengurangi iritasi tenggorokan.
Cara Mengatasi Batuk Berkepanjangan
Hidrasi yang adekuat merupakan faktor penting dalam menjaga kelembapan tenggorokan dan mengurangi iritasi. Dr. Khor menyarankan agar penderita mengonsumsi air dalam porsi kecil saat merasakan gejala batuk.
Selain itu, disarankan untuk menghindari merokok dan membatasi paparan terhadap iritan rumah tangga. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu meredakan gejala batuk berkepanjangan.
Apabila batuk disertai gejala yang lebih serius seperti sesak napas atau hemoptisis, Dr. Khor menganjurkan untuk segera mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan yang sesuai. Tindakan pemeriksaan dan penanganan yang tepat sangat penting dalam kasus ini.
Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Tidur dengan Tips Fengshui
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: