Jumat, 23 JANUARI 2026 • 14:50 WIB

74 Kasus Influenza A(H3N2) Terbaru Ditemukan di Indonesia, Kenali Gejalanya

Author

74 Kasus Influenza A(H3N2) Terbaru Ditemukan di Indonesia, Kenali Gejalanya

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia baru saja melaporkan 74 kasus baru subclade K dari influenza A(H3N2) setelah menganalisis 204 spesimen dalam rentang waktu dari 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut

Sebagian besar kasus terbanyak terdeteksi di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, dengan puncaknya terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025.

Tren Kasus Influenza A(H3N2) di Indonesia

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa setelah mencapai puncaknya pada minggu ke-40, jumlah kasus influenza subclade K menunjukkan tanda-tanda penurunan yang signifikan.

Ia juga mencatat bahwa tidak ada penambahan kasus baru sejak minggu ke-52, dan sebagian besar pasien hanya mengalami gejala yang tergolong ringan hingga sedang.

Namun, ia menyoroti bahwa kasus yang lebih parah umumnya ditemukan pada kelompok yang lebih rentan, seperti lansia dan individu dengan kondisi medis penyerta yang dapat memperburuk gejala.

Baca juga: Menggali Potensi Finfluencer di Era Digital: Panduan Memperbaiki Keuangan Pribadi

Gejala Influenza A(H3N2)

Dr. Nastiti Kaswandani, anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengungkapkan bahwa gejala dari subclade K ini tidak berbeda signifikan dengan gejala influenza pada umumnya.

Gejala yang umum dilaporkan oleh pasien antara lain demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri tenggorokan, serta keluhan pernapasan.

Ia menjelaskan bahwa kondisi ini tidak dapat dideteksi hanya dengan pemeriksaan visual oleh dokter, sehingga analisis lebih lanjut diperlukan untuk memastikan diagnosis.

Meningkatkan Kesadaran Kesehatan di Masyarakat

Untuk menanggulangi penyebaran influenza, tenaga medis dan dokter diharapkan untuk aktif meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya influenza, terutama di kelompok yang berisiko tinggi.

Masyarakat juga diimbau untuk lebih menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan penyakit ini.

Kesadaran terhadap virus H3N2 yang menjadi salah satu penyebab utama influenza musiman sangat penting untuk mengurangi dampak negatif bagi kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Terbarunya dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Chill Fan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU