Jumat, 23 JANUARI 2026 • 19:36 WIB

Tren Blue Matcha: Apakah Aman untuk Penderita Diabetes?

Author

Tren Blue Matcha: Apakah Aman untuk Penderita Diabetes?

Fenomena blue matcha kini menjadi sorotan, menyuguhkan alternatif menarik bagi pencinta minuman estetik yang peduli kesehatan. Namun, seberapa aman sebenarnya blue matcha bagi penderita diabetes dibandingkan dengan matcha hijau yang lebih umum?

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat Populer di Kalangan Pecinta Kebugaran

Perbedaan antara kedua jenis matcha ini tidak hanya terletak pada warna, tetapi juga pada kandungan nutrisi yang dapat berpengaruh pada pengaturan gula darah. Memahami aspek ini akan membantu konsumen membuat pilihan yang lebih bijak.

Perbedaan Antara Blue Matcha dan Matcha Hijau

Baik matcha hijau maupun blue matcha tersedia dalam bentuk bubuk, cocok disajikan sebagai minuman panas maupun dingin. Perbedaannya terletak pada bahan baku; matcha hijau terbuat dari daun teh hijau yang digiling halus, sedangkan blue matcha berasal dari bunga telang kering.

Matcha hijau mengandung kafein dan berbagai nutrisi seperti katekin, termasuk epigallocatechin gallate (EGCG), yang juga dikenal memiliki dampak positif pada metabolisme dan sensitivitas insulin. Penelitian dari The American Journal of Clinical Nutrition membuktikan bahwa katekin dapat membantu mengontrol kadar glukosa darah meskipun pengaruhnya bersifat moderat.

Berbanding terbalik, blue matcha tidak mengandung kafein atau bahan aktif yang sama dengan matcha hijau, sehingga dampaknya terhadap regulasi gula darah belum terbukti sekuat matcha hijau. Meskipun bunga telang memiliki kandungan antioksidan, masih diperlukan lebih banyak bukti mengenai manfaatnya untuk pengendalian gula darah.

Baca juga: Uya Kuya Jadi Sorotan Setelah Rumahnya Dijenangi Massa

Efek Konsumsi Terhadap Kadar Gula Darah

Kedua jenis matcha umumnya rendah kalori dan tidak mengandung gula alami dalam jumlah signifikan. Namun, saat keduanya disantap, sering kali ada penambahan gula, sirup, atau bahan lain yang dapat berdampak negatif pada kadar gula darah.

Beberapa penelitian menunjukkan gula tambahan dalam bentuk cair, seperti dalam minuman siap saji, cepat diserap dan menyebabkan lonjakan gula darah. Oleh karena itu, minuman latte yang terbuat dari baik matcha hijau maupun blue matcha dapat mengandung gula lebih tinggi secara signifikan.

Meski blue matcha dianggap lebih aman karena bebas kafein, penyajiannya yang sering disertai pemanis juga perlu diperhatikan. Asupan gula yang berlebihan dapat menyebabkan lonjakan glukosa, yang sering kali tidak disadari oleh konsumen.

Persepsi Tentang Label 'Sehat'

Label 'minuman sehat' bisa menciptakan persepsi positif di kalangan konsumen, berpotensi mengakibatkan perilaku konsumsi yang tidak hati-hati. Dengan warna hijau dari matcha dan biru dari blue matcha, konsumen cenderung menganggap kedua minuman ini aman untuk penderita diabetes tanpa memperhatikan kandungan gula.

Penelitian mengenai 'health halo effect' menunjukkan bahwa persepsi sehat mengarah pada konsumsi yang lebih tinggi tanpa mempertimbangkan kandungan gula. Dalam konteks diabetes, rasa aman yang keliru dapat mendorong asupan gula berlebih secara kumulatif.

Oleh sebab itu, bagi individu dengan risiko diabetes, fokus utama seharusnya adalah pada kandungan gula, bukan hanya warna dan label. Baik blue matcha dan matcha hijau bisa dianggap aman jika disajikan tanpa tambahan pemanis.

Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat dalam Perawatan Kulit

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU