Rasa ngantuk saat bekerja sering kali diatasi dengan kopi atau camilan manis, namun pendekatan ini mungkin tidak menjadi solusi terbaik.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Alexander Isak
Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Doddy Izwardy, menekankan bahwa penyebab utama ngantuk bukanlah kekurangan kafein melainkan kekurangan cairan.
Pentingnya Hidrasi dalam Mencegah Rasa Ngantuk
Menurut Doddy Izwardy, saat tubuh mengalami kekurangan cairan, salah satu sinyal yang muncul adalah kelelahan dan rasa ngantuk. Hal ini menunjukkan bahwa pemenuhan cairan dalam tubuh sangat penting untuk menjaga kewaspadaan saat bekerja.
Doddy menyarankan, 'Coba tes saja. Kalau ngantuk, ambil air dua gelas, minum, yang hangat ya. Biasanya hilang ngantuknya.' Ini menunjukkan bahwa air dapat menjadi solusi praktis untuk mengatasi rasa ngantuk tanpa perlu bergantung pada kopi.
Ia menjelaskan bahwa kebiasaan mengandalkan kopi dan camilan manis hanya memberikan solusi jangka pendek. 'Dikasih kopi itu segarnya cuma sebentar, habis itu lemes lagi,' ujarnya, menekankan pentingnya mencari cara yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam mengatasi rasa lelah.
Baca juga: Olahraga Teratur untuk Kesehatan Jantung yang Optimal
Dampak Kesehatan dari Kebiasaan Mengandalkan Kopi
Doddy mengingatkan bahwa kebiasaan berlebihan mengonsumsi kopi atau makanan manis dapat berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang, termasuk risiko diabetes dan gangguan fungsi ginjal. Ia pun berkata, 'Kalau kebiasaan, lama-lama ginjal yang kena.'
Prinsip-prinsip dasar untuk mencegah masalah kesehatan seperti diabetes dan obesitas adalah sederhana. 'Minumlah air putih dua liter sehari, lakukan gerak atau jalan kaki 30 menit,' jelas Doddy, memberikan panduan yang jelas untuk masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa menerapkan pola hidup sehat tidak hanya tentang menghindari makanan tertentu, tetapi menciptakan keseimbangan dalam pola makan dan aktivitas fisik. 'Kalau kita makan semuanya enak tapi nggak bergerak, itu bahaya,' tegasnya.
Keanekaragaman Pangan dan Gaya Hidup Sehat
Doddy juga membahas mengenai pentingnya keanekaragaman pangan dalam pola makan. 'Makanlah beragam, jangan ada yang dibatasi, kecuali memang ada alasan agama, kepercayaan, atau kondisi medis tertentu,' ujarnya, menegaskan bahwa variasi dalam makanan adalah kunci untuk kesehatan yang optimal.
Masalah gizi, seperti obesitas atau diabetes, menurut Doddy, tidak bisa diselesaikan dengan satu pendekatan untuk semua orang. 'Pendekatannya beda-beda tiap orang,' jelasnya, menunjukkan perlunya strategi yang dipersonalisasi berdasarkan kondisi individu.
Ia menyoroti bahwa perubahan lingkungan tidak selalu mengubah pola makan seseorang secara otomatis. 'Kita pergi ke Jogja, bisa ngurangin gula? Nggak juga,' ungkapnya, mengingatkan bahwa kesulitan dalam mengubah kebiasaan makan memang menjadi tantangan yang perlu dihadapi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: