Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan hasil yang mengejutkan tentang masalah gizi di kalangan remaja, di mana satu dari empat remaja mengalami anemia. Temuan ini berasal dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilakukan di sekolah-sekolah di Indonesia.
Baca juga: Pentingnya Self Love untuk Hubungan yang Sehat
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Maria Endang Sumiwi, menekankan bahwa kekurangan zat besi dari anemia dapat mengganggu konsentrasi belajar dan produktivitas siswa, terutama pada kelompok usia tertentu.
Data Temuan Kemenkes
Kondisi gizi remaja di Indonesia diperoleh dari pelaksanaan program CKG, menunjukkan hasil yang memprihatinkan. 'Di remaja, kami menemukan masalah gizi yang cukup memprihatinkan dan satu dari empat remaja mengalami anemia. Ini menunjukkan kondisi gizi yang kurang baik karena kekurangan darah atau zat besi,' jelas Maria Endang Sumiwi.
Anemia lebih banyak ditemukan pada siswa kelas 7 dan kelas 10, kelompok yang dianggap berisiko tinggi. Hal ini memberikan gambaran jelas mengenai tantangan gizi yang dihadapi oleh generasi muda saat ini.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Keresahan Masyarakat
Langkah Pencegahan dan Intervensi
Kemenkes menggarisbawahi pentingnya pencegahan anemia melalui edukasi tentang konsumsi gizi seimbang. 'Pencegahannya dengan makan bergizi seimbang dan rutin minum tablet tambah darah. Untuk yang sudah anemia, kami lakukan suplementasi tablet tambah darah dan kontrol kembali sampai kondisinya membaik,' tambah Maria.
Tablet tambah darah menjadi fokus utama, terutama bagi remaja putri, mengingat menstruasi dapat menyebabkan peningkatan angka anemia. Diharapkan, strategi ini dapat menurunkan angka anemia di kalangan remaja secara signifikan.
Temuan Lain: Hipertensi di Kalangan Siswa
Selain masalah anemia, Kemenkes juga mencatat adanya 1.547 kasus hipertensi di kalangan siswa berdasarkan hasil skrining CKG hingga Agustus 2025. 'Dari jumlah tersebut, 1.404 anak masuk kategori hipertensi tingkat 1, sementara 143 anak terdeteksi hipertensi tingkat 2,' ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, Herlina.
Temuan ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan lainnya juga mulai muncul di kalangan remaja. Herlina menekankan pentingnya deteksi dini dan intervensi untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius di masa mendatang.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: