Senin, 26 JANUARI 2026 • 16:40 WIB

WHO Menjawab Tuduhan AS Terkait Penanganan Pandemi Covid-19

Author

WHO Menjawab Tuduhan AS Terkait Penanganan Pandemi Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menanggapi tuduhan dari Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa lembaga tersebut merusak reputasi mereka. Respon ini muncul setelah keputusan AS untuk keluar dari organisasi tersebut secara resmi.

Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh yang Optimal

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada tanggal 24 Januari, WHO menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan menekankan komitmennya untuk tetap berkolaborasi dengan semua negara, termasuk AS.

Tuduhan dari Amerika Serikat dan Respon WHO

Pemerintah AS, di bawah kepemimpinan Donald Trump, membuat klaim bahwa WHO sering melakukan tindakan yang dianggap mempermalukan negara tersebut. WHO, dalam klarifikasinya, mencatat tuduhan itu sebagai kesalahan, serta menjelaskan, "Seperti halnya terhadap setiap Negara Anggota, WHO selama ini selalu berupaya menjalin keterlibatan dengan Amerika Serikat secara itikad baik, dengan penuh penghormatan terhadap kedaulatannya."

WHO merinci langkah-langkah yang telah diambil untuk menangani pandemi Covid-19. Mereka mengintensifkan sistem manajemen insiden darurat setelah menerima laporan pertama mengenai kluster kasus di Wuhan, China pada 31 Desember 2019.

Pernyataan lebih lanjut dari WHO menegaskan, "Sepanjang pandemi, WHO bertindak cepat, membagikan seluruh informasi yang dimilikinya secara cepat dan transparan kepada dunia, serta memberikan rekomendasi kepada Negara Anggota berdasarkan bukti terbaik yang tersedia."

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viralitas Video Joget anggota DPR

Keputusan AS untuk Keluar dari WHO

AS mengumumkan keputusan untuk resmi keluar dari WHO pada 22 Januari, setelah melalui proses yang diinisiasi oleh Perintah Eksekutif yang ditandatangani oleh Trump. Pernyataan dari Kementerian Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS menyebutkan bahwa keputusan ini merupakan tindak lanjut dari masa pemberitahuan yang wajib selama satu tahun.

"Pada 20 Januari 2025, Presiden Donald Trump menandatangani Perintah Eksekutif 14155 yang secara resmi memulai proses penarikan Amerika Serikat dari WHO," bunyi pernyataan tersebut. Keputusan ini menandakan akhir kerjasama antara AS dan WHO di tengah meningkatnya kritik.

Tuduhan mengenai "kegagalan WHO selama pandemi Covid-19" menjadi alasan utama penarikan diri ini. Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Kesehatan Robert F Kennedy Jr. mengulangi pandangan ini, menekankan bahwa WHO sering kali tidak sesuai dengan kepentingan nasional AS.

Pandangan WHO Terhadap Tuduhan dan Tindakan Mereka

WHO menyebutkan bahwa meskipun ada berbagai kritik, tidak ada organisasi atau pemerintah yang sempurna dalam menangani krisis kesehatan. Mereka berkomitmen untuk mendukung negara-negara dalam membuat keputusan terbaik berdasarkan kondisi masing-masing.

"WHO merekomendasikan penggunaan masker, vaksin, dan pembatasan jarak fisik, namun tidak pernah merekomendasikan kewajiban masker, kewajiban vaksin, maupun kebijakan lockdown," jelas WHO dalam pernyataannya.

Pihak WHO berharap agar kolaborasi global dalam menangani pandemi tetap terjaga meskipun AS telah menarik diri. Mengingat peran AS sebagai donor terbesar, keputusan ini diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap upaya kesehatan global di masa yang akan datang.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni setelah Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU