Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 16:05 WIB

Tragedi Kematian Karyawan Muda di Korea Selatan: Fokus pada Overwork dan Kesehatan Pekerja

Author

Tragedi Kematian Karyawan Muda di Korea Selatan: Fokus pada Overwork dan Kesehatan Pekerja

Seorang karyawan berusia 26 tahun ditemukan meninggal setelah bekerja hingga 80 jam per minggu di sebuah toko roti di Korea Selatan, menarik perhatian publik terhadap isu kerja berlebihan.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Insiden ini mencerminkan kondisi kerja yang ekstrem dan praktik berbahaya yang dapat mengancam kesehatan pekerja.

Kronologi Kematian dan Tanggapan Keluarga

Karyawan tersebut meninggal pada bulan Juli 2025, setelah 14 bulan bekerja di perusahaan roti. Selama periode tersebut, ia dilaporkan bekerja antara 58 hingga 80 jam seminggu.

Sebelum meninggal, karyawan ini tercatat bekerja hingga 21 jam dalam sehari, sebuah informasi yang diungkapkan oleh Partai Keadilan.

Partai ini menyatakan, 'Sehari sebelum kematiannya, pekerja tersebut tiba pukul 9 pagi dan pulang tepat sebelum tengah malam.' Keluarga korban yang berduka kini telah mengajukan permohonan kompensasi kecelakaan kerja, tetapi pengelola menolak memberikan dokumentasi terkait jam kerja.

Hal ini menambah ketegangan antara keluarga dan pihak pengelola perusahaan terkait bukti jam kerja karyawan.

Praktik Kerja yang Berbahaya

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa karyawan tersebut mungkin mengalami kerja berlebihan secara kronis, yang menjadi faktor penyebab utama kematiannya. Praktik kerja ini sangat berbahaya bagi kesehatan individu.

Baca juga: Menggali Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional

Selama 14 bulan tersebut, karyawan berpindah-pindah lokasi kerja antara Gangnam, Suwon, dan Incheon, dengan setiap kepindahan membawa kontrak baru. Hal ini menambah kompleksitas dan tekanan psikologis yang dihadapi pekerja.

Keluarga korban melaporkan bahwa pengelola perusahaan tetap bersikeras akan catatan jam kerja yang berbeda, menyatakan bahwa catatan mereka tidak sesuai dengan klaim dari pihak keluarga.

Situasi ini mencerminkan tantangan dalam mendapatkan keadilan bagi para pekerja yang mengalami kondisi kerja yang tidak manusiawi.

Dampak Kesehatan dari Kerja Berlebihan

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Buruh Internasional (ILO) menunjukkan bahwa kerja berlebihan dapat meningkatkan risiko kesehatan serius, termasuk stroke dan penyakit jantung.

Jam kerja rata-rata yang sehat seharusnya sekitar 35 hingga 40 jam per minggu. Namun, jika mencapai 55 jam, risiko stroke dapat meningkat hingga 35 persen dan risiko penyakit jantung iskemik sebanyak 17 persen.

'Tidak ada pekerjaan yang sepadan dengan risiko stroke atau penyakit jantung,' tegas Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Pernyataan ini menyoroti bahaya yang terkait dengan perilaku kerja yang berisiko tinggi.

Insiden ini menggugah kesadaran akan pentingnya perlindungan terhadap kesehatan mental dan fisik pekerja dalam lingkungan kerja yang terkendali.

Baca juga: Dukungan Menteri Keuangan Sri Mulyani Pasca Penjarahan Rumahnya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU