Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 16:55 WIB

Mengapa Stres Meningkatkan Nafsu Makan Kita?

Author

Mengapa Stres Meningkatkan Nafsu Makan Kita?

Banyak orang mengalami peningkatan nafsu makan saat menghadapi stres. Fenomena ini bisa dijelaskan melalui berbagai kajian ilmiah yang mendalam.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone

Kondisi ini menunjukkan bahwa stres memengaruhi tubuh dan mental kita, tidak hanya dalam hal emosi tetapi juga dalam hal kebutuhan akan makanan.

Pengaruh Stres terhadap Tubuh

Ketika seseorang mengalami stres, berbagai reaksi fisiologis terjadi dalam tubuh, salah satunya adalah peningkatan produksi hormon kortisol. Hormon ini memiliki peran sentral dalam meningkatkan nafsu makan.

Kortisol berfungsi dalam mengatur metabolisme gula dan lemak, dan saat kadarnya meningkat, individu cenderung menginginkan makanan berkalori tinggi, seperti makanan manis dan berlemak.

Di samping itu, respons 'bertarung atau melarikan diri' yang muncul akibat stres membuat tubuh mencarikan sumber energi cepat yaitu makanan, sehingga dorongan untuk makan semakin meningkat.

Baca juga: Menunjukkan Cinta Melalui Tindakan Kecil untuk Pasangan

Kaitannya dengan Emosi

Banyak orang menganggap makanan sebagai comfort food, yang memberikan rasa nyaman saat mengalami tekanan emosional. Rilis dopamin, neurotransmitter yang muncul saat kita menikmati makanan enak, dapat memperbaiki suasana hati secara sementara.

Ketika merasa cemas atau tertekan, seseorang cenderung mencari kenyamanan dalam makanan, menciptakan siklus di mana stres mengarah pada peningkatan konsumsi makanan.

Penelitian menemukan hubungan erat antara stres, emosi negatif, dan pola makan yang buruk. Memahami pola ini sangat penting dalam mengelola kebiasaan makan.

Mengatasi Pola Makan yang Tidak Sehat

Salah satu pendekatan untuk mengatasi peningkatan nafsu makan akibat stres adalah dengan mencari alternatif konstruktif, seperti berolahraga atau menekuni hobi. Aktivitas fisik dapat efektif dalam menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan suasana hati.

Kesadaran diri juga menjadi kunci dalam mengatasi masalah ini. Mengidentifikasi pemicu stres dan mencari cara untuk menghadapinya secara menguntungkan dapat membantu memutus siklus keinginan berlebih akan makanan.

Teknik mindfulness dan manajemen stres juga menjadi alat yang efisien. Dengan memahami cara mengelola respon terhadap situasi menekan, kita dapat membuat pilihan pola makan yang lebih baik.

Baca juga: Cara Aman Berolahraga: Tips Menghindari Cedera

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU