Isaac Newton merupakan sosok berpengaruh dalam dunia sains, dikenal sebagai pionir fisika klasik. Dengan karya-karyanya, ia meletakkan dasar yang kokoh bagi pemahaman ilmiah yang kita miliki saat ini.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Alexander Isak
Latar Belakang Kehidupan Isaac Newton
Isaac Newton lahir pada 25 Desember 1642 di Woolsthorpe, Inggris, pada masa perubahan sosial dan ilmiah yang besar. Di saat Eropa mengalami kebangkitan sains, Newton memperoleh pendidikan yang ketat di Universitas Cambridge.
Setelah penutupan universitas akibat wabah pes, ia menghabiskan waktu di rumah selama dua tahun. Selama periode itu, ia mengembangkan berbagai ide yang kelak mendasari teori-teorinya.
Setelah kembali ke Cambridge, ide-idenya mulai mendapat perhatian, menjadikannya sosok yang dikenal dalam komunitas ilmiah sebagai seorang matematikawan dan fisikawan yang brilian.
Hukum Gerak yang Dikenalkan Newton
Newton merumuskan tiga hukum gerak yang menjadi landasan fisika klasik. Hukum pertama menyatakan bahwa benda yang tidak diberikan gaya akan tetap dalam keadaan diam atau bergerak lurus.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat Populer di Kalangan Pecinta Kebugaran
Hukum kedua mengartikan bahwa percepatan benda sebanding dengan gaya yang diterima dan berbanding terbalik dengan massa benda, yang dirumuskan dalam F=ma.
Hukum ketiga menegaskan bahwa setiap aksi akan menghasilkan reaksi yang sama dan berlawanan. Ketiga hukum ini bersatu membentuk kerangka untuk menjelaskan dan memprediksi gerakan benda.
Konsep Gravitasi dan Dampaknya dalam Ilmu Pengetahuan
Salah satu kontribusi monumental Newton adalah penjelasannya tentang gravitasi. Ia mengusulkan bahwa setiap partikel di alam semesta saling menarik dengan gaya berbanding lurus dengan massa dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara mereka.
Konsep ini merevolusi pemahaman tentang gerakan planet, di mana Newton mampu menjelaskan orbit planet dengan menggunakan hukum gravitasi setara universal.
Dalam karya monumentalnya, 'Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica', yang diterbitkan pada 1687, ia menyelaraskan fisika dengan matematika, membuka jalan untuk penemuan lebih lanjut di bidang fisika, astronomi, dan rekayasa.
Baca juga: Gula Tersembunyi dalam Makanan Sehari-Hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: