Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 18:54 WIB

Pengamatan Hilal Puasa: Kementerian Agama dan Bosscha Siap Hadapi 17 Februari 2026

Author

Pengamatan Hilal Puasa: Kementerian Agama dan Bosscha Siap Hadapi 17 Februari 2026

Penetapan awal Ramadan di Indonesia pada 17 Februari 2026 berpotensi terpengaruh oleh hasil pengamatan hilal yang direncanakan oleh Kementerian Agama. Observatorium Bosscha-Institut Teknologi Bandung menyatakan bahwa hilal tidak dapat terlihat pada tanggal tersebut, dengan rencana pengamatan lanjutan pada 18 Februari 2026.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone

Kementerian Agama dan Proses Sidang Isbat

Kementerian Agama Republik Indonesia memiliki tanggung jawab penting dalam menetapkan awal bulan Hijriah, termasuk bulan Ramadan melalui sidang isbat. Sidang ini dilakukan berdasar pengamatan hilal yang merujuk pada data astronomis dan hasil observasi dari berbagai lembaga, antara lain Observatorium Bosscha.

Sidang isbat yang berlangsung pada 17 Februari 2026 ini menjadi titik krusial bagi umat Muslim dalam menetapkan kapan puasa akan dimulai. Kementerian Agama menyampaikan bahwa keputusan ini bergantung pada hasil pengamatan yang akurat dari hilal.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak

Observatorium Bosscha Mengkonfirmasi Ketidakmungkinan Melihat Hilal

Observatorium Bosscha menjelaskan bahwa hilal tidak akan terlihat pada 17 Februari 2026 karena posisi Bulan yang terbenam sebelum Matahari. Penjelasan tersebut menyatakan bahwa, 'data peta ketinggian Bulan saat Matahari terbenam di wilayah Indonesia menunjukkan ketinggian Bulan berada pada nilai negatif, dengan kisaran sekitar -1,5 derajat hingga -3,0 derajat.'

Informasi tersebut menunjukkan bahwa Bulan tidak cukup tinggi di langit pada waktu tersebut, sehingga saya sangat mungkin untuk terlihat oleh masyarakat. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi Kementerian Agama dalam proses penetapan awal Ramadan.

Peran Observatorium dalam Penetapan Awal Bulan Hijriah

Observatorium Bosscha memiliki peran yang signifikan dalam penetapan awal bulan Hijriah, di mana pengamatan hilal biasanya dilakukan secara rutin setiap bulan. Mereka tidak hanya menyediakan data, tetapi juga memberi masukan yang berharga bagi Kementerian Agama dalam membuat keputusan.

Meskipun pengamatan yang dilakukan oleh Observatorium Bosscha menjadi referensi penting, keputusan akhir mengenai awal Ramadan tetap ada di tangan pemerintah. Hal ini menunjukkan adanya kolaborasi antara ilmuwan dan pemangku kebijakan dalam proses yang vital bagi umat Muslim di Indonesia.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Tidur dengan Tips Fengshui

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU