BMW baru saja mengumumkan langkah besar dengan melakukan recall terhadap sekitar 575 ribu unit mobil di seluruh dunia. Langkah ini diambil akibat risiko kebakaran yang terkait dengan sistem starter pada sejumlah model kendaraan.
Baca juga: Uya Kuya Jadi Sorotan Setelah Rumahnya Dijenangi Massa
Proses recall ini akan dilakukan berdasarkan nomor identifikasi kendaraan (VIN), yang artinya tidak semua kendaraan dari model terkait akan terpengaruh secara otomatis. Meskipun bukan masalah yang umum, potensi kebakaran ini bisa menjadi serius.
Detail Masalah pada Sistem Starter
Pabrik asal Jerman ini mengidentifikasi kesalahan produksi pada komponen magnetic switch di bagian starter motor. Dalam kondisi tertentu, terutama kendaraan yang sering di-start, komponen ini bisa mengalami keausan yang berlebihan.
Gejala awal dari masalah ini biasanya terbilang ringan, seperti mesin yang sulit dinyalakan atau gagal start. Namun, dalam keadaan ekstrem, keausan logam di dalam magnetic switch dapat menyebabkan hubungan arus pendek.
Korsleting yang terjadi dapat memicu panas berlebih di area starter, yang dalam situasi tertentu bisa berpotensi menyebabkan kebakaran, bahkan saat kendaraan sedang dalam keadaan beroperasi.
Baca juga: Microsoft Perkenalkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word ke OneDrive
Model Mobil yang Terkena Recall
Recall ini mencakup sejumlah model BMW yang cukup terkenal, seperti 2 Series, 3 Series, 4 Series, hingga X5. Model Z4 juga terdaftar dalam daftar kendaraan yang terdampak, yang membangkitkan keprihatinan terhadap Toyota Supra generasi terbaru karena kesamaan teknis.
Model-model ini memiliki komponen starter yang diproduksi antara Juli 2020 hingga Juli 2022. Namun, penting untuk dicatat bahwa komponen tersebut mungkin saja dipasang setelah periode tersebut, sehingga memunculkan pertanyaan tentang pemantauan kualitas.
BMW telah menyatakan komitmennya untuk mengganti unit starter pada kendaraan yang teridentifikasi bermasalah dan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sistem terkait.
Saran dan Prosedur Bagi Pemilik Kendaraan
BMW menyarankan kepada pemilik kendaraan yang terpengaruh untuk tidak membiarkan mobil menyala tanpa pengawasan, terutama setelah menggunakan fitur remote start. Ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengurangi risiko kebakaran jika terjadi overheat pada sistem starter.
Selain penggantian komponen starter, dalam beberapa kasus baterai kendaraan juga mungkin perlu diganti jika ada indikasi kerusakan akibat panas berlebih. Proses perbaikan ini diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam di bengkel resmi BMW.
Pemilik BMW disarankan untuk segera memeriksa nomor rangka kendaraan mereka melalui kanal resmi dan menjadwalkan kunjungan ke dealer jika terindikasi terpengaruh. Ini adalah langkah mitigasi penting untuk memastikan keselamatan pengguna.
Baca juga: Ketegangan di Rapat Koordinasi Komisi XIII DPR RI Mengenai Royalti Lagu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: