Toxic positivity adalah fenomena di mana individu mengabaikan emosi negatif dan hanya menekankan sikap positif, meski dalam situasi yang sulit. Meskipun terdengar baik, sikap ini bisa merugikan kesehatan mental.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Terbarunya dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Chill Fan
Banyak orang tidak sadar bahwa menekan emosi mendasar seperti kesedihan dan kecemasan dapat memperburuk keadaan. Kebiasaan ini semakin meluas, terutama di media sosial yang sering mempromosikan ungkapan positif.
Pengertian Toxic Positivity
Toxic positivity mencakup sikap bahwa kita harus selalu positif dan mengabaikan emosi negatif yang ada. Istilah ini sering muncul dalam berbagai ungkapan motivasi seperti 'tetap positif' dan 'selalu bersyukur', tanpa memperhitungkan keadaan nyata seseorang.
Dalam konteks media sosial, berbagai tips dan kutipan motivasi sering kali dibagikan tanpa menyadari bahwa hal tersebut dapat membuat orang yang sedang berduka merasa tertekan. Ketika orang melihat banyak orang lain yang tampaknya baik-baik saja, mereka mungkin merasa tidak berharga karena perasaan mereka yang berbeda.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni setelah Penjarahan
Dampak Negatif dari Toxic Positivity
Toxic positivity bisa membuat individu merasa terasing atau tidak diakui, terutama saat mereka berjuang dengan emosi yang sulit. Di saat mereka seharusnya dapat mengekspresikan perasaan, mereka malah merasa tertekan untuk menyembunyikan kenyataan.
Perilaku ini juga dapat merusak kualitas dukungan yang diterima individu dari teman atau keluarga. Sering kali, orang yang mendorong sikap positif tidak menyadari bahwa tindakan tersebut berpotensi membuat orang lain merasa lebih buruk dan tidak didengar.
Menyeimbangkan Positif dan Negatif
Mengetahui kapan untuk fokus pada sikap positif dan kapan harus menerima emosi negatif adalah hal yang penting. Menerima kenyataan bahwa suatu situasi bisa menjadi sulit tidak berarti kita harus merasa kecewa; sebaliknya, itu menunjukkan kedewasaan.
Dengan menerima berbagai jenis emosi, kita dapat lebih baik dalam mengolah perasaan tersebut. Salah satu cara yang efektif adalah dengan berbagi cerita, saling mendengarkan pengalaman satu sama lain tanpa menghakimi.
Baca juga: Menikmati Keindahan Sunset di Destinasi Terbaik Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: