Asma merupakan salah satu gangguan pernapasan yang banyak dialami anak-anak di seluruh dunia. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif selama empat bulan bisa mencegah risiko asma sejak usia dini.
Baca juga: Dolby Vision 2: Menghadirkan Inovasi Memukau dalam Teknologi Visual TV
Studi ini, yang dipublikasikan dalam The Journal of Allergy and Clinical Immunology, menyoroti perlindungan jangka panjang yang diberikan oleh ASI terhadap kesehatan anak. Hal ini menunjukkan pentingnya peran ASI dalam perkembangan anak hingga dewasa.
Manfaat ASI Melampaui Masa Kanak-kanak
Penelitian yang dipimpin oleh Inger Kull, PhD, profesor dari Karolinska Institutet, Swedia, melibatkan hampir 4.000 perempuan dan anak-anak mereka dalam studi kohort BAMSE selama 24 tahun. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa lama perlindungan yang diberikan oleh ASI bertahan seiring dengan pertumbuhan anak.
Kull menyatakan, "Selama ini, penelitian menunjukkan bahwa ASI membantu menurunkan risiko asma di usia dini. Yang mengejutkan, manfaat tersebut ternyata masih dapat dirasakan hingga mereka memasuki usia dewasa muda." Ini menggarisbawahi pentingnya peran ASI dalam kesehatan jangka panjang anak.
Penelitian ini mengobservasi delapan titik usia dari 0 hingga 24 tahun dan menemukan bahwa durasi minimal pemberian ASI eksklusif selama empat bulan sudah cukup untuk memberikan efek perlindungan yang signifikan bagi anak.
Baca juga: Denza Luncurkan Versi Terbaru D9 dengan Harga Terjangkau di China
Temuan Kunci Penelitian
Observasi menunjukkan bahwa anak yang mendapatkan ASI eksklusif cenderung memiliki risiko rendah terhadap asma hingga usia 24 tahun. Efek perlindungan paling kuat terasa hingga anak berusia 12 tahun, namun mulai memudar saat memasuki usia 16 hingga 24 tahun.
Faktor lingkungan dan gaya hidup di usia remaja menjadi penentu signifikan dalam mempengaruhi risiko asma yang dihadapi. Pengaruh penyebab eksternal ini menekankan pentingnya pola hidup sehat setelah periode menyusui.
Lebih lanjut, peneliti menjelaskan bahwa tidak semua jenis asma merespons pemberian ASI dengan cara yang sama. Untuk asma persisten, risikonya menurun drastis pada anak yang mendapatkan ASI eksklusif lebih dari empat bulan.
Efektivitas ASI Terhadap Jenis-Jenis Asma
Studi ini juga membahas efektivitas ASI terhadap jenis-jenis asma lainnya. Asma alergi, misalnya, mendapatkan perlindungan yang kuat ketika anak memasuki usia sekolah dan remaja.
Bayi yang menunjukkan gejala pernapasan sejak dini juga mendapatkan efek positif dari ASI. Namun, ASI diketahui tidak berpengaruh pada asma yang baru muncul saat dewasa atau asma non-alergi.
Meskipun penyebab pasti asma belum diketahui, hasil studi ini memberikan motivasi bagi para ibu untuk memberikan ASI eksklusif. Langkah sederhana di empat bulan pertama ternyata dapat menjadi investasi kesehatan yang berpengaruh hingga puluhan tahun ke depan.
Baca juga: Olahraga Teratur untuk Kesehatan Jantung yang Optimal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: