Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 14:07 WIB

Puasa: Kunci untuk Metabolisme yang Lebih Sehat

Author

Puasa: Kunci untuk Metabolisme yang Lebih Sehat

Puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga menawarkan berbagai keuntungan bagi metabolisme tubuh. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa praktik ini dapat meningkatkan efisiensi tubuh dalam membakar kalori.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut

Dalam dunia kesehatan, puasa dikenal mampu mendukung penurunan berat badan dan memperbaiki kesehatan metabolik. Hal ini menjadikannya semakin populer di kalangan banyak orang.

Puasa dan Proses Metabolisme

Selama puasa, tubuh beralih dari penggunaan karbohidrat sebagai sumber energi ke lemak yang tersimpan dalam tubuh. Proses ini dikenal sebagai ketogenesis, di mana lemak diubah menjadi keton yang dapat digunakan sebagai energi.

Efisiensi metabolisme juga meningkat saat puasa. Penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat memperbaiki sensitivitas insulin, yang membantu tubuh mengatur kadar gula darah dengan lebih baik.

Peningkatan ini dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Dengan metabolisme yang lebih aktif, tubuh mampu membakar kalori secara lebih efektif bahkan saat dalam keadaan istirahat.

Baca juga: Menggali Potensi Finfluencer di Era Digital: Panduan Memperbaiki Keuangan Pribadi

Manfaat Puasa bagi Kesehatan

Puasa dapat memiliki efek positif pada kesehatan jantung, dengan berkurangnya kadar trigliserida dan kolesterol jahat (LDL). Ini berarti bahwa risiko gangguan jantung dapat diminimalkan.

Lebih jauh lagi, puasa mendukung proses perbaikan sel yang dikenal dengan istilah autofagi. Proses alami ini membantu membersihkan sel-sel tua dan rusak, yang meningkatkan kesehatan sel secara keseluruhan.

Dalam jangka panjang, menerapkan kebiasaan puasa dapat berdampak pada umur yang lebih panjang. Penelitian menunjukkan bahwa pengurangan kalori melalui puasa dapat meningkatkan harapan hidup.

Puasa dan Keseimbangan Hormonal

Puasa juga berpengaruh pada keseimbangan hormonal dalam tubuh. Selama masa puasa, kadar hormon pertumbuhan manusia (HGH) dapat meningkat secara signifikan, mendukung pembakaran lemak dan pemeliharaan massa otot.

Keseimbangan hormon ini memainkan peranan penting dalam kesehatan metabolik dan perkembangan otot. Di samping itu, puasa juga dapat mengurangi kadar hormon stres, seperti kortisol, yang sering kali berkontribusi terhadap penambahan berat badan.

Dengan pengaturan hormon yang efektif, puasa membantu tubuh berfungsi lebih baik dalam proses metabolisme sehari-hari.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU