Kista ovarium merupakan kantong cairan yang bisa terbentuk di dalam atau pada permukaan ovarium. Walaupun sering tidak menunjukkan gejala, kondisi ini dapat memicu masalah kesehatan serius jika tidak ditangani dengan baik.
Baca juga: Dolby Vision 2: Menghadirkan Inovasi Memukau dalam Teknologi Visual TV
Penyebab Kista Ovarium
Kista ovarium umumnya terbentuk selama siklus menstruasi, dengan kista folikular sebagai contoh utama. Kista ini muncul saat folikel ovarium tidak melepaskan sel telur secara normal.
Selain itu, terdapat kista korpus luteum yang terbentuk setelah proses ovulasi, ketika folikel pecah dan berfungsi memproduksi hormon.
Ada juga faktor medis yang dapat memicu terbentuknya kista, seperti endometriosis atau sindrom ovarium polikistik (PCOS). Ketidakseimbangan hormon dalam tubuh sering kali menjadi penyebab utama pembentukan kista tersebut.
Gejala dan Diagnosis
Sebagian besar kista ovarium tidak menunjukkan gejala sehingga sering kali tidak terdeteksi. Akan tetapi, jika kista membesar, gejala seperti nyeri pada area pinggul atau perut bisa muncul.
Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viralitas Video Joget anggota DPR
Metode yang umum digunakan untuk mendeteksi kista ovarium adalah pemeriksaan ultrasound. Dengan cara ini, dokter dapat menentukan ukuran dan lokasi kista serta langkah yang perlu diambil selanjutnya.
Dalam beberapa kasus lebih jarang, kista yang pecah dapat menyebabkan nyeri hebat dan membutuhkan penanganan segera. Jika mengalami gejala ini, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Penanganan Kista Ovarium
Sebagian besar kista ovarium tidak memerlukan perawatan khusus dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika gejala mengganggu, dokter mungkin akan merekomendasikan obat pereda nyeri.
Jika kista terbukti terlalu besar atau menimbulkan masalah serius, tindakan operasi mungkin diperlukan. 'Dalam tindakan laparoskopi, dokter memasukkan alat kecil melalui sayatan kecil untuk mengeluarkan kista,' jelas seorang dokter spesialis.
Pemantauan kista juga sangat penting, khususnya bagi penderita yang memiliki risiko tinggi terhadap masalah ovarium. Pemeriksaan rutin dapat membantu memantau perkembangan kista.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: