Kamis, 26 FEBRUARI 2026 • 16:15 WIB

Mengenali Radang Tenggorokan Virus dan Penanganannya Tanpa Antibiotik

Author

Mengenali Radang Tenggorokan Virus dan Penanganannya Tanpa Antibiotik

Radang tenggorokan akibat virus sering kali menjadi keluhan umum saat cuaca berubah. Banyak orang masih bingung apakah penggunaan antibiotik diperlukan untuk mengatasi kondisi ini.

Baca juga: Tips Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang yang Cozy

Para ahli kesehatan di seluruh dunia setuju bahwa radang tenggorokan karena virus tidak memerlukan antibiotik, yang seharusnya digunakan untuk infeksi bakteri. Memahami perbedaan ini sangat penting untuk mencegah tindakan yang salah.

Jenis-jenis Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan umumnya dibagi menjadi dua jenis: yang disebabkan oleh virus dan oleh bakteri. Infeksi virus seperti flu dan pilek sering membuat tenggorokan terasa sakit dan gatal.

Di sisi lain, radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri, contohnya oleh Streptococcus, biasanya lebih serius. Gejala dari infeksi bakteri dapat lebih parah dan membutuhkan perawatan yang lebih intensif.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viralitas Video Joget anggota DPR

Tanda dan Gejala Radang Tenggorokan Virus

Gejala yang umum ditemukan pada radang tenggorokan akibat virus antara lain sakit tenggorokan, batuk, pilek, dan demam ringan. Selain itu, bisa juga disertai dengan nyeri tubuh dan kelelahan.

Penting untuk diperhatikan jika muncul gejala tambahan seperti ruam kulit yang dapat menandakan kondisi medis berbeda. Jika gejala tergolong ringan, umumnya tidak diperlukan kunjungan ke dokter.

Apakah Antibiotik Dibutuhkan?

Antibiotik tidak dapat melawan virus, sehingga tidak dianjurkan untuk mengatasi radang tenggorokan ini. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat memicu resistensi bakteri dan efek samping yang berbahaya.

Perawatan di rumah seperti meminum air hangat, berkumur dengan air garam, dan memperbanyak istirahat biasanya cukup untuk mempercepat pemulihan. Namun, jika gejala berlanjut atau memburuk, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU