Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 21:29 WIB

Mengungkap Tinnitus: Penyebab, Gejala, dan Solusinya

Author

Mengungkap Tinnitus: Penyebab, Gejala, dan Solusinya

Tinnitus atau telinga berdenging menjadi masalah umum yang dialami banyak orang, ditandai dengan suara yang muncul tanpa adanya sumber eksternal. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor dan pengobatannya beragam sesuai dengan penyebabnya.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat Populer di Kalangan Pecinta Kebugaran

Pengalaman tinnitus sering kali diabaikan, padahal bisa berisiko bagi kesehatan mental dan fisik. Memahami lebih dalam tentang penyebab dan gejalanya menjadi langkah awal untuk penanganan yang tepat.

Penyebab Tinnitus

Tinnitus dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk paparan suara keras yang berkepanjangan. Menurut beberapa penelitian, kebisingan dari lingkungan kerja, konser, atau alat musik dapat merusak sel-sel pendengaran.

Infeksi telinga, penumpukan cairan, dan gangguan telinga tengah juga bisa memicu munculnya tinnitus. Selain itu, kondisi kesehatan seperti hipertensi, diabetes, dan stres juga menjadi risiko penting.

Penyakit Meniere, yang merupakan gangguan pada telinga dalam, sering dikaitkan dengan tinnitus. Beberapa obat, termasuk antibiotik dan diuretik, dapat memberi efek samping berupa tinnitus.

Baca juga: Denza Luncurkan Versi Terbaru D9 dengan Harga Terjangkau di China

Gejala Tinnitus

Gejala tinnitus umumnya berupa suara berdengung yang bervariasi dalam intensitas dan frekuensi. Suara tersebut bisa terdengar seperti desiran, lokan, atau suara yang terputus-putus.

Tinnitus bisa bersifat sementara atau berlangsung secara kronis, bergantung pada penyebabnya. Selain suara di telinga, penderita juga sering mengalami gangguan tidur, kesulitan berkonsentrasi, serta perubahan mood.

Penting untuk menyadari bahwa tinnitus bukanlah penyakit itu sendiri, tetapi gejala dari kondisi kesehatan lain. Oleh karena itu, diagnosis yang tepat sangat diperlukan untuk menentukan langkah selanjutnya.

Pengobatan Tinnitus

Pengobatan tinnitus bervariasi, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan gejalanya. Dalam beberapa kasus, pengobatan mungkin tidak diperlukan jika tinnitus bersifat sementara.

Terapi suara dan penggunaan alat bantu dengar sering direkomendasikan untuk meredakan gejala. Selain itu, terapi kognitif perilaku (CBT) terkadang digunakan untuk mengatasi dampak psikologis dari tinnitus.

Dalam kasus yang lebih serius, tindakan medis mungkin diperlukan seperti pembedahan jika ada kelainan struktural di telinga. Konsultasi dengan dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan sangat disarankan untuk menentukan pengobatan yang tepat.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Aby

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU