Dua SPBU Swasta Batalkan Pembelian BBM dari Pertamina Karena Kandungan Etanol
Dua SPBU swasta, BP dan Vivo, memilih untuk membatalkan pembelian bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamina. Keputusan ini diambil akibat kandungan etanol dalam produk tersebut yang melebihi batas yang diinginkan.
Baca juga: Kemenperin Belum Terima Pengajuan Izin Penjualan iPhone 17 dari Apple
Kandungan etanol dalam BBM Pertamina tercatat mencapai 3,5 persen, lebih rendah dibandingkan dengan Pertamax Green yang mengandung 5 persen.
Menurut Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Vivo membatalkan rencana pembelian 40 ribu barel base fuel. Sebelumnya, Vivo telah menyetujui kesepakatan untuk melakukan pembelian tersebut.
Keputusan menghentikan kesepakatan ini diambil setelah munculnya kekhawatiran mengenai kadar etanol dalam produk yang ditawarkan oleh Pertamina.
Baca juga: Menggali Potensi Finfluencer di Era Digital: Panduan Memperbaiki Keuangan Pribadi
Penggunaan etanol dalam campuran BBM dapat berpengaruh negatif terhadap efisiensi kendaraan. Etanol diketahui memiliki nilai energi lebih rendah dibandingkan bensin murni.
Seperti yang diungkapkan oleh Bell Performance, nilai energi pada bahan bakar sangat tergantung pada jumlah ikatan karbon. Molekul bensin memiliki lebih banyak ikatan karbon, sehingga memberikan potensi energi yang lebih besar daripada etanol.
Kehadiran etanol tidak hanya mengurangi jarak tempuh kendaraan, tetapi juga dapat menyerap air. Hal ini bisa mengakibatkan korosi dan penyumbatan dalam sistem bahan bakar.
Akumulasi air dalam tangki penyimpanan dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk penurunan kualitas bahan bakar dan bahkan kerusakan mesin.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: