Warung milik pasangan selebriti Epy Kusnandar dan Karina Ranau di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, belakangan ini menjadi perbincangan hangat setelah didatangi preman yang meminta pungutan liar.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone
Kejadian tersebut terekam dalam video di mana Karina terlibat cekcok dengan sosok preman, menunjukkan tekanan yang dihadapi para pelaku usaha kecil.
Cekcok dengan Preman
Dalam video yang viral, Karina terlihat emosional saat memperdebatkan tuntutan preman yang ingin meminta jatah dari warungnya. "Perkara makanan tuh kecil, tapi caranya. Caranya tidak seperti itu, kami ini tidak numpang di sini capek, kami sampai pagi," ungkap Karina dengan nada tegas.
Ucapan Karina mencerminkan ketidakadilan yang dihadapinya dan para pelaku usaha lainnya. "Kalau preman yang sopan dong. Orang baru juga berjualan baru berusaha udah digangguin," tegasnya.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak
Kasus ini tidak hanya menyoroti tekanan individu, tetapi juga menggambarkan betapa banyak pengusaha kecil yang merasakan dampak dari tindakan premanisme tersebut.
Tanggapan Pihak Kepolisian
Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, menyatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki insiden tersebut. "Sudah monitor. Yang ada di IG (Instagram) belum ada yang datang ke Polsek," tambahnya, mengindikasikan belum adanya laporan resmi yang diterima.
Anggiat juga mengimbau masyarakat untuk melapor jika merasa dirugikan. "Diimbau yang merasa dirugikan supaya datang dan melaporkan ke Polsek," ungkapnya, menunjukkan komitmen dari pihak kepolisian untuk menangani kasus premanisme.
Dampak pada Usaha Kecil
Kejadian ini semakin memperlihatkan tantangan yang dihadapi pelaku usaha kecil di Jakarta, terutama dalam melawan praktik pungutan liar yang marak. Karina mewakili banyak pengusaha lain yang merasa tertekan akibat kehadiran preman di area mereka.
Situasi seperti ini bisa jadi sangat mengkhawatirkan bagi pengusaha baru, mengganggu proses mereka dalam merintis usaha. Karina berharap agar ada perhatian lebih terhadap para pelaku usaha kecil agar bisa beroperasi dengan tenang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: