Perayaan akhir tahun sering kali diwarnai dengan berbagai macam hidangan menggoda, membuat banyak orang kesulitan menolak untuk mencicipi. Fenomena ini ternyata berdampak pada pola makan yang cenderung berlebihan secara signifikan.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Kota
Mulai dari makanan khas hingga camilan yang sekilas tampak tak berbahaya, suasana meriah ini bisa mengubah kebiasaan makan kita. Namun, apa yang sebenarnya mendorong kita untuk makan lebih banyak di momen spesial ini?
Pengaruh Sosial dalam Pola Makan
Ketika berkumpul dengan teman dan keluarga, suasana sosial dapat mendorong kita untuk mengonsumsi lebih banyak makanan. Kebersamaan ini menciptakan tekanan sosial, di mana kita merasa perlu untuk mencoba semua hidangan yang disajikan.
Sebuah studi menunjukkan bahwa jika teman dekat mengambil porsi besar, kita sering merasa terpengaruh untuk melakukan hal yang sama. Selain itu, psikolog mengungkapkan bahwa rasa 'tidak enak' jika menolak makanan yang ditawarkan dapat memicu kita untuk melahap lebih banyak agar tidak dianggap kurang bersyukur.
Baca juga: Menggali Potensi Finfluencer di Era Digital: Panduan Memperbaiki Keuangan Pribadi
Emosi dan Pengaruh Makanan
Perayaan akhir tahun biasanya mengingatkan kita pada kenangan dan tradisi emosional. Hidangan yang disajikan seringkali memiliki nilai sentimental, sehingga kita cenderung ingin menikmati semuanya lebih daripada yang kita kira.
Berbagai hidangan khas seperti kue Natal atau makanan tahun baru menciptakan ketertarikan yang sulit untuk dilewatkan. Menurut sebuah penelitian, banyak orang cenderung 'makan dengan mata' ketika melihat meja yang penuh dengan variasi makanan, yang sering kali membuat mereka tak mampu mengontrol porsi.
Perubahan Rutinitas dan Kebiasaan Makan
Di akhir tahun, banyak orang mengalami perubahan dalam rutinitas harian, termasuk pola makan yang seringkali menjadi tidak teratur. Perayaan dan aktivitas sosial mengakibatkan kita lebih sering berkumpul untuk makan, tanpa menyadari seberapa banyak kalori yang masuk.
Tak jarang, makanan berat dan cemilan berlimpah saat perayaan mengaburkan kesadaran kita terhadap asupan kalori yang sebenarnya. Situasi ini dapat dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk melepaskan stres dan menikmati makanan di tempat yang ramai, sehingga semakin menambah jumlah konsumsi yang berlebihan.
Baca juga: Fenomena Film KPop Demon Hunters: Dari Kontroversi hingga Popularitas Global
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: