Dalam beberapa tahun terakhir, istilah makanan viral semakin sering muncul di media sosial. Banyak orang mulai bertanya-tanya mengapa harga makanan tersebut bisa terasa sangat mahal.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Kota
Fenomena ini menjangkau berbagai daerah di Indonesia, menarik perhatian banyak orang yang penasaran untuk mencoba makanan terbaru yang sedang tren.
Kualitas Bahan Baku
Salah satu faktor utama yang membuat harga makanan viral terasa mahal adalah kualitas bahan baku yang digunakan. Banyak tempat makan memilih menggunakan bahan berkualitas tinggi untuk menghasilkan rasa yang istimewa.
Contohnya, bahan organik atau produk lokal seringkali dipilih karena harganya yang lebih tinggi dibandingkan dengan bahan konvensional. Tentu saja, ini berimbas pada harga jual yang ditetapkan bagi konsumen.
Baca juga: Menggali Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional
Proses Penyajian yang Unik
Makanan viral sering kali memiliki cara penyajian yang menarik dan tidak biasa. Proses pembuatan yang memakan waktu dan membutuhkan teknik khusus juga berkontribusi pada keseluruhan biaya produksi.
Beberapa makanan bahkan diolah dengan teknik modern seperti molecular gastronomy, yang memerlukan keterampilan dan alat masak khusus, sehingga meningkatkan biaya.
Efek Media Sosial
Media sosial berperan penting dalam menjadikan variasi makanan viral. Banyak orang yang bersedia membayar lebih untuk mendapatkan pengalaman kuliner yang menarik dan bisa dibagikan di platform sosial.
Permintaan yang tinggi untuk makanan tertentu seringkali membuat harganya melambung. Meskipun dianggap mahal, nilai dari pengalaman tersebut menjadi alasan bagi konsumen untuk mengeluarkan dana lebih.
Baca juga: Microsoft Perkenalkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word ke OneDrive
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: