Perum Bulog berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menerapkan teknologi baru dalam menjaga kualitas stok beras dan mencegah serangan hama.
Baca juga: Aksi Neofobia di Stasiun Cikini: Pria Melompat ke Atas KRL Viral di Media Sosial
Kerja sama ini muncul setelah Bulog mencatatkan stok beras tertinggi dalam sejarahnya, mencapai 3,24 juta ton di awal tahun 2026.
Kerjasama Strategis untuk Kualitas Beras
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menekankan bahwa pentingnya meningkatkan kualitas beras sejalan dengan besarnya stok nasional yang dikelola. Upaya ini bertujuan untuk memastikan kesehatan, ketahanan, dan masa simpan beras yang lebih optimal.
Rizal menyatakan, "Kami seperti biasanya selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kualitas masing-masing produk beras. Bahkan kami sudah memperoleh teknologi baru dari BRIN."
Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan beras yang disimpan dalam gudang Bulog tetap sehat dan dalam kondisi optimal. Rizal menambahkan bahwa dukungan dari BRIN akan sangat vital dalam pemeliharaan beras di masa mendatang.
Baca juga: Microsoft Perkenalkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word ke OneDrive
Pola Pemeliharaan yang Sistematis
Bulog menerapkan pola pemeliharaan beras berlapis yang mencakup tindakan harian, mingguan, bulanan, hingga kuartalan dan semesteran. Setiap indikasi gangguan hama atau kerusakan pada beras akan segera ditangani dengan tindakan percepatan, seperti fumigasi.
Rizal menjelaskan, "Dengan pola itu, setiap indikasi gangguan hama langsung dilakukan tindakan percepatan sehingga penyakit tidak menyebar ke yang lain."
Pola pemeliharaan yang sistematis diharapkan dapat menjaga kualitas beras agar tetap tinggi dan tidak terpengaruh oleh serangan hama yang dapat menurunkan nilai produk.
Mencapai Rekor Stok Beras
Penguatan kualitas stok beras diharapkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap cadangan pangan pemerintah. Perum Bulog mencatatkan stok beras sebanyak 3,24 juta ton pada awal tahun 2026, yang merupakan yang tertinggi sejak lembaga tersebut berdiri.
Capaian ini terwujud berkat serapan gabah dan beras nasional yang juga mencetak rekor, yang mencerminkan upaya Bulog dalam menjaga pasokan beras di seluruh Indonesia.
Kolaborasi antara Bulog dan BRIN merupakan bagian dari strategi untuk menjaga stabilitas pasokan dan mutu beras nasional sepanjang tahun 2026.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: