Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 13:39 WIB

Mengenal Kolak: Makanan Ikonik untuk Berbuka Puasa di Ramadan

Author

Mengenal Kolak: Makanan Ikonik untuk Berbuka Puasa di Ramadan

Kolak, hidangan manis dari bahan dasar pisang dan ubi, telah menjadi favorit saat berbuka puasa di bulan Ramadan. Makanan ini tidak hanya dikenal karena rasanya yang lezat tetapi juga untuk kandungan gizinya yang baik.

Baca juga: Dolby Vision 2: Menghadirkan Inovasi Memukau dalam Teknologi Visual TV

Namun, sejak kapan kolak menjadi makanan ikonik saat berbuka puasa? Artikel ini akan membahas sejarah, tradisi, dan perkembangan kolak di Indonesia selama bulan suci.

Sejarah dan Asal Usul Kolak

Kolak memiliki akar sejarah yang kaya di Indonesia, dengan berbagai versi yang menjelaskan asal-usulnya. Makanan ini konon berasal dari tradisi masyarakat Jawa yang telah ada sejak zaman kerajaan, digunakan dalam upacara ritual.

Beberapa literatur kuliner mengaitkan kolak dengan pengaruh budaya Hindu dan Islam yang memasuki Nusantara. Variasi resep dan cara penyajian kolak kemudian muncul seiring kedatangan para pedagang dan pelancong dari berbagai daerah.

Kisah tentang kolak juga mencakup bagaimana para petani dan nelayan membuatnya sebagai makanan praktis dengan bahan-bahan yang tersedia di sekitar mereka, menjadikannya makanan yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Anggota DPR Nonaktif Masih Terima Gaji, Kontroversi Memicu Respons Publik

Kolak dalam Tradisi Berbuka Puasa

Selama bulan Ramadan, kolak hampir selalu ada di setiap meja berbuka puasa di rumah-rumah Indonesia. Keberadaannya tidak hanya sekadar memberi rasa manis, tetapi juga menciptakan momen kebersamaan di antara anggota keluarga.

Ada banyak variasi kolak yang diciptakan, seperti kolak pisang, kolak ubi, dan kolak ketan, masing-masing dengan ciri khas tersendiri. Ini menambah keberagaman menu berbuka puasa di seluruh Indonesia.

Tradisi menyajikan kolak saat berbuka tidak hanya terbatas di rumah, tetapi juga dapat ditemukan di banyak tempat umum, dari pasar hingga restoran, yang semakin memperkuat keberadaan kolak sebagai simbol perayaan Ramadan.

Popularitas Kolak dalam Budaya Modern

Dengan inovasi kuliner yang semakin berkembang, kolak pun mengalami transformasi yang menarik. Variasi baru seperti kolak durian dan kolak mini muncul, memberikan daya tarik lebih bagi menu berbuka puasa.

Kolak kini tidak hanya jadi hidangan untuk berbuka, melainkan juga menjadi bagian dari oleh-oleh khas yang dibawa pulang oleh banyak orang setelah ramadan berakhir. Penjual kolak dapat dengan mudah ditemukan di sudut-sudut kota, mencerminkan popularitasnya yang semakin meningkat.

Kemiripan antara kolak dan hidangan manis lainnya di tingkat global juga menunjukkan bahwa meskipun kolak adalah makanan khas Indonesia, namun ia memiliki tempat yang unik dalam konteks kuliner dunia.

Baca juga: Olahraga Teratur untuk Kesehatan Jantung yang Optimal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Aby

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU