Mengapa Kita Sulit Berhenti Scrolling di Sosial Media?
Banyak dari kita pasti pernah merasakan lelah setelah berjam-jam scrolling di sosial media tanpa sadar. Meski capek, sulit sekali untuk berhenti dan melepaskan diri dari dunia maya.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut
Hal ini ternyata dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan sosial yang membuat kita terjebak. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai penyebabnya.
Sosial media sering kali menciptakan gambaran kehidupan yang ideal, yang tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Konten yang diunggah oleh teman-teman kita sering menampilkan momen-momen terbaik, menciptakan standar yang sulit untuk dicapai.
Akibatnya, banyak dari kita merasa tidak puas dan cenderung membandingkan diri dengan kehidupan orang lain. Semakin kita merasa kurang baik dibandingkan standar yang ditampilkan, semakin kuat dorongan untuk mencari pengakuan melalui interaksi di sosial media.
Baca juga: Inovasi Kecerdasan Buatan dalam Perawatan Keguguran
Sosial media memberikan dampak yang signifikan pada kimia otak kita. Ketika mendapatkan 'like' atau komentar positif, otak akan memproduksi dopamin, yang berfungsi sebagai penghargaan.
Proses ini menciptakan siklus positif yang mendorong kita untuk terus berinteraksi meskipun merasa lelah. Akibatnya, semakin banyak kita berinteraksi, semakin sulit untuk menghentikan kebiasaan tersebut.
Di era digital ini, sosial media berfungsi sebagai sarana utama untuk tetap terhubung dengan orang lain. Saat merasa kesepian, sosial media bisa menjadi pelarian yang dibutuhkan banyak orang.
Interaksi di dunia maya ini dapat memberikan rasa kebersamaan, namun di sisi lain juga menciptakan ketergantungan. Hal ini membuat kita merasa perlu melakukan scrolling lebih banyak, meskipun menyadari bahwa aktivitas tersebut menguras energi.
Baca juga: Aksi Neofobia di Stasiun Cikini: Pria Melompat ke Atas KRL Viral di Media Sosial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: