BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 09 DESEMBER 2025 • 15:10 WIB

Pengalaman Sulistia: Dari Salah Diagnosis ke Gagal Ginjal Stadium 5

Pengalaman Sulistia: Dari Salah Diagnosis ke Gagal Ginjal Stadium 5Pengalaman Sulistia: Dari Salah Diagnosis ke Gagal Ginjal Stadium 5

Seorang wanita asal Tangerang, Sulistia, mengungkapkan pengalamannya menderita gagal ginjal stadium 5 sejak usia 14 tahun. Kondisinya berawal dari gejala yang disangka sebagai gangguan asam lambung dan berujung pada kebutuhan perawatan intensif di rumah sakit.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Terbarunya dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Chill Fan

Selama proses yang panjang dan melelahkan, ia berjuang melawan salah diagnosis yang mempengaruhi kualitas hidupnya. Pengalaman Sulistia menjadi pelajaran penting mengenai ketepatan diagnosis dan kewaspadaan terhadap gejala yang tidak biasa.

Awal Gejala dan Salah Diagnosis

Sulistia mulai merasakan gejala mengkhawatirkan seperti bengkak di seluruh tubuh, mual, dan sesak napas. Dalam upaya mencari pengobatan, ia bolak-balik ke berbagai klinik selama hampir dua bulan.

Sayangnya, setiap kali berobat, keluhan yang disampaikan dianggap sebagai gangguan asam lambung. Beberapa dokter bahkan menduga bahwa ia mengalami flek paru, tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut yang memadai.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viralitas Video Joget anggota DPR

Perawatan Intensif yang Diperlukan

Kondisi Sulistia semakin memburuk hingga ia tidak sadarkan diri dan harus dilarikan ke IGD di salah satu rumah sakit di Tangerang. Di sana, diagnosis yang tepat akhirnya muncul, yaitu gagal ginjal stadium 5.

Setibanya di rumah sakit, kondisi Sulistia dinyatakan sangat kritis, memerlukan perawatan intensif di unit gawat darurat selama dua minggu. Dalam keadaan koma, ia menjalani cuci darah secara rutin untuk memulihkan kesehatan.

Kondisi Terkini dan Kehidupan Sehari-hari

Setelah melewati perawatan yang panjang, Sulistia merasa relatif sehat, meskipun harus membatasi asupan cairan. Ia menyebutkan, 'Paling kadang sesak aja kalau minum banyak karena minumnya sudah ditakar 600 ml seharian.'

Pengalaman Sulistia mengingatkan kita semua tentang pentingnya kewaspadaan dalam diagnosis penyakit, terutama pada usia muda. Setiap individu disarankan untuk mencari opini kedua jika mengalami gejala yang tidak biasa.

Baca juga: Anggota DPR Nonaktif Masih Terima Gaji, Kontroversi Memicu Respons Publik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pengalaman Sulistia: Dari Salah Diagnosis ke Gagal Ginjal Stadium 5

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!