BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 02:52 WIB

Mengapa Rasa Panik Mendorong Seseorang Terjebak dalam Penipuan

Mengapa Rasa Panik Mendorong Seseorang Terjebak dalam PenipuanMengapa Rasa Panik Mendorong Seseorang Terjebak dalam Penipuan

Di era digital, rasa panik dapat membuat seseorang mudah terjebak dalam penipuan. Ketika situasi mendesak muncul, keputusan yang diambil sering kali tidak rasional.

Baca juga: Dukungan Menteri Keuangan Sri Mulyani Pasca Penjarahan Rumahnya

Rasa panik memperpendek waktu berpikir dan membuat individu lebih cenderung percaya pada informasi yang belum diverifikasi. Hal ini menciptakan peluang bagi para penipu untuk mengeksploitasi keadaan tersebut.

Psikologi Rasa Panik

Dalam menghadapi situasi mendesak, seperti ancaman keamanan atau masalah finansial, otak manusia bereaksi dengan cepat. Respon ini dikenal sebagai 'fight or flight response', yang memungkinkan seseorang untuk bersiap menghadapi ancaman.

Namun, dalam kondisi demikian, banyak orang tidak mampu berpikir jernih. Sebagian besar cenderung menggunakan insting ketimbang logika, sehingga mudah terjatuh pada tawaran yang tampak menggiurkan meskipun tidak logis.

Dr. Fatimah Sari, seorang psikolog, menjelaskan, 'Saat panik, sistem saraf kita menunjukkan reaksi yang membuat kita sulit untuk memproses informasi dengan tepat.' Hal ini berpotensi membawa kepada keputusan yang merugikan.

Baca juga: Olahraga Teratur untuk Kesehatan Jantung yang Optimal

Kasus Penipuan di Kalangan Masyarakat

Salah satu contoh signifikan adalah penipuan di sektor investasi online yang marak terjadi. Banyak individu terjebak hanya karena merasa khawatir kehilangan peluang yang dianggap menguntungkan.

Penipu biasanya menawarkan imbal hasil yang sangat tinggi dalam waktu singkat, dan tawaran tersebut sering muncul saat orang dalam keadaan panik. Ini menciptakan kondisi yang memudahkan mereka untuk ditipu.

Data dari Cyber Crime Unit menunjukkan lonjakan laporan penipuan selama masa ketidakpastian ekonomi. Banyak orang tidak ingin ketinggalan dalam mengikuti tren investasi, akhirnya terjerat dalam jebakan scam.

Strategi Menghindari Penipuan Saat Panik

Untuk menghindari penipuan ketika dalam keadaan panik, penting untuk melakukan pengecekan yang cermat sebelum menentukan keputusan. Mengajak orang lain berdiskusi dan mencari pendapat dapat membantu mendapatkan perspektif yang lebih baik.

Mengenali tanda-tanda penipuan menjadi hal yang krusial. Misalnya, tawaran yang tampak terlalu bagus untuk menjadi kenyataan biasanya layak untuk dicurigai. Hindari memberikan informasi pribadi tanpa memverifikasi sumbernya.

Seperti yang dinyatakan oleh Dr. Fatimah Sari, 'Ketika merasa panik, beri diri Anda waktu untuk bernafas dan berpikir. Jangan terburu-buru dalam membuat keputusan yang dapat merugikan.'

Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal untuk Pemula Memulai Kebiasaan Sehat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengapa Rasa Panik Mendorong Seseorang Terjebak dalam Penipuan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!