BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 11 JUNI 2025 • 12:36 WIB

Fenomena Self Healing di Kalangan Gen Z dan Implikasinya di Indonesia

shelifestyle.id – Self healing kini menjadi salah satu tren yang paling populer di kalangan Gen Z di Indonesia. Metode ini dianggap efektif untuk mengatasi tekanan dan menemukan kedamaian batin.

Namun, ada pandangan berbeda yang menyebutkan bahwa self healing hanya menjadi tren yang berkembang di media sosial.

Memahami Self Healing di Kalangan Gen Z

Self healing merujuk pada proses introspeksi dan pemulihan emosional yang dilakukan tanpa bantuan profesional. Gen Z, yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, sangat adaptif terhadap perubahan teknologi dan sering menggunakan media sosial untuk berbagi dan belajar tentang self healing.

Di Indonesia, praktik self healing mencakup berbagai aktivitas seperti meditasi, journaling, dan berkebun. Aktivitas ini dipercaya mampu memberikan ketenangan jiwa dan membantu Gen Z mengatasi tekanan dari lingkungan sosial dan akademis.

Konten di platform media sosial seperti Instagram dan TikTok memberikan banyak inspirasi dan tips tentang self healing. Pengaruh influencer dan kreator konten di media sosial sangat besar dalam mempromosikan gaya hidup ini kepada Gen Z.

Fakta di Balik Fenomena Self Healing

Walaupun terlihat menjanjikan, self healing bisa menimbulkan efek negatif jika tidak dilakukan dengan baik. Ahli kesehatan mental memperingatkan bahwa self healing yang tidak sehat dapat memperburuk kondisi mental seseorang.

Survei nasional menunjukkan banyak Gen Z mengalami tekanan dari kehidupan modern. Meskipun demikian, banyak di antara mereka yang lebih memilih mencari solusi dari internet ketimbang konsultasi profesional.

Psikolog klinis, Janet Yulianti, menegaskan bahwa self healing tidak bisa menggantikan terapi profesional. “Memahami batas antara self healing dan kebutuhan akan bantuan profesional sangat penting untuk menjaga kesehatan mental,” jelasnya.

Proyeksi Masa Depan Self Healing di Indonesia

Seiring dengan meningkatnya digitalisasi, fenomena self healing diperkirakan akan terus berkembang di Indonesia. Aplikasi yang menawarkan layanan meditasi dan konseling daring menunjukkan kebutuhan akan metode self healing yang lebih terstruktur.

Pemerintah dan instansi kesehatan berupaya meningkatkan literasi kesehatan mental, termasuk peran self healing di dalamnya. Edukasi melalui media dan sekolah menjadi salah satu cara yang ditempuh untuk memberikan pemahaman yang benar.

Selain itu, sektor industri melihat peluang dalam pengembangan produk dan layanan self healing yang lebih mudah diakses dan terjangkau bagi Gen Z. Dengan pendekatan yang tepat, self healing dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat generasi mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena Self Healing di Kalangan Gen Z dan Implikasinya di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!