BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 26 OKTOBER 2025 • 23:45 WIB

Menggali Santet: Perspektif Budaya, Agama, dan Etika di Indonesia

Menggali Santet: Perspektif Budaya, Agama, dan Etika di IndonesiaMenggali Santet: Perspektif Budaya, Agama, dan Etika di Indonesia

Santet merupakan fenomena budaya yang masih dipercaya di berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Praktik ini sering kali muncul dalam konteks pembalasan dan penyelesaian konflik, menciptakan perdebatan yang menarik.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Keresahan Masyarakat

Dari sudut pandang agama, banyak ajaran yang menentang santet, tetapi di sisi lain, ada orang yang masih melihatnya sebagai solusi untuk masalah pribadi dan konflik. Pandangan ini menggambarkan dinamika sosial yang kompleks dan kaya.

Definisi dan Asal Usul Santet

Santet adalah praktik mistis yang sering kali dikaitkan dengan pengiriman energi negatif untuk menyakiti orang lain. Asal-usul santet berakar dari tradisi dan sejarah panjang yang meliputi berbagai kepercayaan masyarakat di Indonesia.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa santet dipandang sebagai bagian dari kearifan lokal, di mana penggunanya berusaha mengatasi konflik atau masalah pribadi. Namun, definisi ini dapat bervariasi tergantung pada konteks budaya masing-masing daerah.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viralitas Video Joget anggota DPR

Pandangan Agama Terhadap Santet

Dalam banyak ajaran agama di Indonesia, praktik santet dianggap sebagai hal yang salah dan dilarang. Misalnya, dalam Islam, santet dikategorikan sebagai bagian dari sihir yang dilarang dan dapat mengundang murka Tuhan.

Di sisi lain, ada juga interpretasi yang lebih kompleks terkait keberadaan sihir dalam teks-teks keagamaan. Beberapa pihak berpendapat bahwa niat di balik tindakan tersebut menentukan apakah itu bisa dibenarkan atau tidak.

Etika Masyarakat dan Respon Terhadap Santet

Masyarakat memiliki beragam reaksi terhadap santet, mulai dari penolakan hingga penerimaan sebagai bagian dari tradisi. Dalam konteks ini, etika kolektif sering kali dipengaruhi oleh kesepakatan sosial dan norma budaya yang berlaku.

Di sejumlah komunitas, ada kepercayaan bahwa santet merupakan tindakan sah untuk mempertahankan diri, terutama dalam situasi konflik yang intens. Namun, hal ini menciptakan dilema etis, di mana masyarakat harus menilai kembali nilai-nilai moral yang mereka pegang.

Baca juga: Dukungan Menteri Keuangan Sri Mulyani Pasca Penjarahan Rumahnya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menggali Santet: Perspektif Budaya, Agama, dan Etika di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!