Menggali Dinamika Konten Viral: Wawasan Ricky Silaen di IdeaFest 2025
Founder Indozone Media, Ricky Silaen, baru-baru ini memberikan wawasan mendalam mengenai fenomena konten viral dalam festival kreatif IdeaFest 2025 yang berlangsung di Jakarta Convention Center.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dia menekankan bahwa meskipun viralitas memberikan kesenangan, hal ini dapat menjadi beban yang menantang para kreator.
Ricky Silaen memulai penjelasannya dengan menguraikan proses pembuatan konten viral, yang sering kali berawal dari ide sederhana. "Kalau ngomong viral semua itu berawal dari sebuah simpel konten. Ada sebuah pemikiran kreatif, ide yang tiba-tiba muncul malam-malam di pikiran, kita enggak punya strategi, enggak punya target, cuma mau bikin konten aja terus mulai upload," ujarnya.
Setelah konten diunggah, respon yang diterima sering kali mengejutkan. "Kita posting, lalu kita tinggal tidur, besok pagi kita bangun tiba-tiba bom, kontennya meledak, ramai," tambahnya.
Fenomena viral ini menunjukkan betapa cepatnya sebuah konten dapat mendapatkan perhatian luas, meskipun tanpa perencanaan yang rinci.
Setelah viral, situasi menjadi tidak terduga. Ricky mengungkapkan bagaimana notifikasi di ponsel kreator akan penuh, membawa mereka menjadi pusat perhatian banyak pihak.
Baca juga: Denza Luncurkan Versi Terbaru D9 dengan Harga Terjangkau di China
"Viral itu kalau menurut kita rasanya kayak euforia campur panik, tapi at the same time enggak ada yang bilang bahwa perasaan viral itu sama aja kayak kita harus minum dari selang pemadam kebakaran," ungkapnya.
Dengan ledakan popularitas tersebut, muncul pertanyaan tentang konten apa yang akan dibuat selanjutnya, yang diakui Ricky sebagai tekanan kreatif yang baru.
Ricky menjelaskan bahwa di tengah tekanan ini, peran pencipta konten mulai berubah. Mereka tidak hanya menceritakan kisah, tetapi juga terjebak dalam analisis algoritma dan kinerja konten.
"Di sini akhirnya kita berhenti jadi storyteller, kita berubah jadi ilmuwan algorithm, the algorithm whisperer," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sering kali, pencipta konten merasa terperangkap dalam tuntutan untuk menghasilkan viewer yang tinggi, meskipun itu bisa mengorbankan esensi kreativitas mereka.
"Yes, viral bisa kasih kita banyak reach but, it takes away our soul, kita kehilangan soul kita," jelasnya, menekankan pentingnya menjaga jiwa kreatif di tengah perubahan zaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: