Paus Leo XIV: Bijak Menggunakan Kecerdasan Buatan dan Membangun Jembatan Sosial
Paus Leo XIV menekankan pentingnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) secara bijaksana dalam pernyataannya kepada lebih dari 15.000 remaja di Amerika Serikat.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Keresahan Masyarakat
Dalam sesi tanya jawab yang disiarkan langsung dari Vatikan, Paus mengingatkan agar para remaja tidak tergantung pada AI untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah mereka.
Dalam acara yang berlangsung di Indianapolis, Indiana, Paus Leo XIV menyampaikan bahwa AI merupakan 'salah satu fitur penentu zaman kita.' Ia mengajak pemuda untuk tidak hanya mengandalkan teknologi dalam menyelesaikan tugas akademik mereka.
Paus menyatakan, 'Menggunakan AI secara bertanggung jawab berarti menggunakannya dengan cara yang membantu Anda berkembang.' Pernyataan ini mencerminkan keprihatinan seorang pemimpin spiritual tentang potensi penyalahgunaan teknologi oleh generasi muda.
Paus menegaskan bahwa remaja seharusnya belajar secara mandiri, bukan berharap pada AI untuk mengerjakan tugas sekolah mereka, menggarisbawahi pentingnya tanggung jawab dalam pendidikan.
Baca juga: Gula Tersembunyi dalam Makanan Sehari-Hari
Dalam sesi tersebut, Paus Leo XIV tidak hanya membahas kecerdasan buatan, tetapi juga mengkritik kebijakan anti-imigrasi yang diterapkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.
Ia mengatakan, 'Yesus menginginkan orang Kristen menjadi orang yang membangun jembatan, bukan tembok,' menggarisbawahi pentingnya sifat inklusif dan empati terhadap imigran.
Paus juga mengingatkan, 'Tolong berhati-hatilah untuk tidak menggunakan kategori politik untuk berbicara tentang iman, untuk berbicara tentang Gereja,' yang menunjukkan posisi Gereja yang netral dalam politik.
Selain membahas AI dan imigrasi, Paus Leo juga memberikan nasihat tentang cara menjalin pertemanan di lingkungan sekolah.
Ia berpesan kepada pemuda untuk berpegang pada nilai-nilai iman Katolik dalam interaksi sosial, serta mencari hubungan yang saling menguntungkan dan penuh kasih sayang.
Paus menekankan, 'Gereja tidak termasuk dalam partai politik mana pun,' yang menunjukkan tujuan utama Gereja adalah membangun hati nurani individu agar dapat bertindak bijak dalam kehidupan mereka.
Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Tidur dengan Tips Fengshui
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: