Dampak Positif Panggilan Sayang dalam Hubungan: Hasil Penelitian Terbaru
Panggilan sayang seperti 'sayang' atau 'baby' mungkin terlihat klise, tetapi penelitian terbaru mengungkapkan bahwa istilah tersebut dapat meningkatkan kebahagiaan dalam hubungan.
Baca juga: Kemenperin Belum Terima Pengajuan Izin Penjualan iPhone 17 dari Apple
Studi yang melibatkan lebih dari seribu responden ini menyoroti pentingnya bahasa cinta di antara pasangan dari berbagai latar belakang.
Penelitian yang dilakukan oleh Superdrug Online Doctor melibatkan 1.026 orang dewasa yang telah menjalin hubungan selama minimum satu bulan.
Responden dibagi antara 51 persen dari Amerika Serikat dan 49 persen dari Eropa, dengan rentang usia peserta antara 20 hingga 71 tahun.
Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan nama panggilan dapat meningkatkan kepuasan hubungan hingga 16 persen di Amerika Serikat dan 9 persen di Eropa.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone
Istilah panggilan sayang yang umum digunakan antara lain cutie, princess, dan honey, yang sering digunakan menggambarkan kedekatan antar pasangan.
Menurut laporan dari tim Superdrug, 'Ini bisa menjadi tanda bahwa keduanya telah merasa cukup nyaman dan membangun bahasa cinta bersama.'
Sebaliknya, ada juga beberapa panggilan sayang yang jarang digunakan, seperti sweet cheeks, papi, dan daddy.
Studi ini menunjukkan bahwa meskipun penggunaan nama panggilan dapat meningkatkan kepuasan, frekuensinya cenderung menurun seiring berjalannya waktu.
Penurunan penggunaan panggilan sayang ini biasanya terjadi pada pasangan yang telah memiliki anak, yang dapat mempengaruhi cara mereka berkomunikasi.
Penelitian sebelumnya yang dipublikasikan dalam Journal of Social and Personal Relationships menemukan bahwa pasangan dengan nama panggilan unik biasanya lebih puas dalam hubungan.
Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Tidur dengan Tips Fengshui
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: