Tren Penggunaan Gawai di Kalangan Remaja: Dampak dan Tantangan
Sebuah studi dari Save the Children Indonesia menunjukkan bahwa hampir 40 persen anak usia sekolah menengah pertama menghabiskan waktu tiga hingga enam jam setiap hari di depan gawai.
Baca juga: Microsoft Perkenalkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word ke OneDrive
Data ini mengungkap bahwa penggunaan perangkat digital lebih dominan di kalangan anak perempuan dibandingkan anak laki-laki.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gawai oleh anak-anak mencapai puncaknya pada pukul 18.00 hingga 21.00. Waktu-waktu ini sering dimanfaatkan untuk mengakses media sosial dan konten digital lainnya.
Meskipun banyak sekolah melarang penggunaan telepon seluler selama jam pelajaran, banyak siswa tetap berusaha mengakses gawai saat kelas berlangsung. Ini menandakan bahwa dunia digital telah menjadi bagian penting dari rutinitas sehari-hari anak-anak.
Baca juga: Menikmati Keindahan Sunset di Destinasi Terbaik Indonesia
Walaupun literasi digital di kalangan anak-anak meningkat, hal ini tidak selalu berdampak positif terhadap kesehatan mental mereka. Studi menunjukkan bahwa ketergantungan pada gawai seringkali berhubungan dengan masalah kesehatan mental yang serius.
Dessy Kurwiany Ukar, CEO Save the Children Indonesia, menyatakan bahwa meskipun anak-anak tahu tentang risiko online, seperti penipuan dan perundungan siber, mereka seringkali tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk bereaksi dengan aman.
Menanggapi tantangan ini, Save the Children Indonesia menekankan pentingnya perlindungan anak yang menyeluruh. Hal ini mencakup peningkatan keterampilan digital dan dukungan kesehatan mental bagi anak-anak.
Dessy menambahkan, 'Menuju Indonesia Emas 2045, investasi terbesar kita adalah memastikan anak-anak tumbuh dengan aman, sehat, dan tangguh menghadapi krisis dan perubahan zaman.'
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: