Tanggal Lebaran 2026 Resmi Ditetapkan oleh Muhammadiyah
Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah resmi menentukan tanggal Lebaran 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini disampaikan bersamaan dengan tanggal awal Ramadan dan Zulhijah berdasarkan perhitungan hisab hakiki.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat Populer di Kalangan Pecinta Kebugaran
Keputusan ini merujuk kepada Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, menegaskan integritas metode yang digunakan dalam menentukan tanggal hari raya umat Islam.
Lebaran 2026 ditetapkan pada Jumat, 20 Maret 2026, sesuai dengan hasil perhitungan hisab hakiki dan Parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Pengumuman ini membuktikan komitmen Muhammadiyah dalam menggunakan metode ilmiah untuk menentukan waktu ibadah.
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa ijtimak menjelang Syawal 1447 H dijadwalkan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026, pukul 01:23:28 UTC. Dalam hal ini, Muhammadiyah menggunakan Parameter Kalender Global 1, yang mempertimbangkan posisi bulan saat matahari terbenam.
Metode ini bertujuan untuk memberikan kepastian tanggal bagi umat Islam dalam merayakan hari raya serta memudahkan persiapan kegiatan keagamaan yang berkaitan dengan Lebaran.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni setelah Penjarahan
Terdapat perbedaan tanggal antara hasil keputusan Muhammadiyah dan prediksi pemerintah. Menurut Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Lebaran 2026 diprediksi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, yang berarti satu hari berbeda dari penetapan Muhammadiyah.
Perbedaan ini muncul akibat metode yang digunakan, dengan pemerintah yang mengandalkan pengamatan hilal dan sidang isbat untuk konfirmasi. Hal ini menciptakan dinamika yang menarik dalam pengaturan kalendar Islam di Indonesia.
Sebagai langkah ke depan, pemerintah berencana menggelar sidang isbat untuk melihat penampakan hilal sebelum memutuskan tanggal resmi Lebaran, menjadikan proses penetapan tanggal Lebaran kompleks dan lebih berbasis pengamatan.
Muhammadiyah memiliki pendekatan unik dalam menetapkan tanggal Lebaran jauh hari sebelumnya, yang diakui melalui metode hisab hakiki. Mereka menyerukan pentingnya toleransi atas perbedaan penetapan hari raya di kalangan umat Islam.
Dalam menghadapi potensi perbedaan ini, penting untuk mengedepankan sikap saling menghormati.
Muhammadiyah mengajak umat Islam untuk menjaga ukhuwah islamiyah, seraya mendorong kerukunan antar umat beragama di tanah air.
Baca juga: Koleksi Patung Superhero Anggota DPR RI Dihancurkan Dalam Penjarahan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: