Penyelidikan Berlanjut Setelah Aksi Ugal-Ugalan di Gunung Sahari
Polisi Jakarta melakukan investigasi menyeluruh atas aksi berbahaya seorang pengemudi di Jalan Gunung Sahari yang viral di media sosial. Pengemudi yang diketahui bernama Hafiz Mahendra ini tertangkap kamera melawan arus dan menabrak kendaraan lain.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental: Pentingnya Perhatian untuk Generasi Muda
Meskipun hasil tes urin menunjukkan negatif terhadap narkoba, polisi menemukan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang mencurigakan di dalam mobilnya. Empat pasang TNKB dengan angka berbeda ditemukan, yang mengarah pada dugaan pelat palsu.
Kejadian tersebut terekam dalam sebuah video yang menjadi viral, menampilkan mobil Hafiz melaju melawan arah di tengah kepadatan lalu lintas. Rekaman menunjukkan saat anggota polisi berupaya menghentikan kendaraan, Hafiz malah melanjutkan perjalanan.
Aksi nekatnya menyebabkan tabrakan dengan kendaraan lain, termasuk sepeda motor, yang memicu kemarahan warga di sekitar lokasi. Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @jakarta.terkini, terlihat warga berusaha mengejar mobil tersebut.
Sebagai bentuk frustrasi, warga pun memukulkan helm ke arah mobil Hafiz, mengekspresikan keberatan terhadap tindakan berbahaya yang dilakukannya di jalan raya.
Baca juga: Koleksi Patung Superhero Anggota DPR RI Dihancurkan Dalam Penjarahan
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung, mengungkapkan bahwa aksi tersebut berkaitan erat dengan penggunaan pelat palsu. Penggunaan pelat kendaraan yang tidak sah memicu tindakan untuk menghentikan mobil tersebut.
Anggota Polantas yang terlibat, Aiptu Basri dan Aipda Jimber, mengalami kesulitan saat berusaha menghentikan mobil Hafiz yang panik dan melawan arus. Penyelidikan mendalam kini dilakukan untuk mengidentifikasi lebih jauh mengenai pelat palsu yang digunakan.
Polisi sedang bekerja untuk menentukan apakah ada pihak lain yang terlibat dalam penggunaan pelat yang tidak sah tersebut, dan sejauh mana jaringan ini beroperasi.
Setelah kejadian, polisi melakukan tes urine terhadap Hafiz Mahendra untuk memastikan tidak adanya pengaruh narkoba saat ia mengemudi. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin menyatakan bahwa hasil tes menunjukkan bahwa ia negatif narkoba.
Walaupun hasil negatif tersebut, penyelidikan mengenai aksi berbahaya dan pelat palsu tetap berlanjut. Kasus ini menjadi perhatian serius untuk memastikan keselamatan di jalan raya.
Kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dan melaporkan perilaku berkendara yang mencurigakan demi keselamatan bersama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: