Senin, 01 SEPTEMBER 2025 • 06:12 WIB

Anggota DPR Nonaktif Masih Terima Gaji, Kontroversi Memicu Respons Publik

Author

Generated by Journalist AI

shelifestyle.id – Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, mengungkapkan bahwa lima anggota DPR yang dinonaktifkan oleh partainya masih menerima gaji mereka sepenuhnya. Ini terjadi di tengah kontroversi yang melibatkan anggota dewan seperti Nafa Urbach dan Uya Kuya.

Anggota DPR yang dinonaktifkan tersebut terdiri dari Adies Kadir, Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, Uya Kuya, dan Eko Patrio. Said menegaskan bahwa ia menghormati keputusan partai politik terkait status anggota legislatif meskipun tidak ada istilah nonaktif dalam peraturan.

Anggota DPR Dinonaktifkan karena Kontroversi

Pasca-serangkaian pernyataan kontroversial, beberapa anggota DPR dinonaktifkan oleh fraksinya. Anggota yang dinonaktifkan termasuk Adies Kadir dari Fraksi Golkar, Eko Patrio dan Uya Kuya dari Fraksi PAN, serta Nafa Urbach dan Ahmad Sahroni dari NasDem.

Keputusan nonaktif ini muncul setelah beberapa pernyataan dianggap melukai hati masyarakat. Salah satunya dari Sahroni yang menyatakan, ‘Orang yang hendak membubarkan DPR adalah orang tolol.’

Selain itu, Adies Kadir dan Nafa Urbach mendapatkan sorotan karena membela tunjangan rumah untuk anggota DPR meskipun ada banyak kritik. Sementara itu, Eko Patrio dan Uya Kuya juga mendapatkan kritik karena aksi berjoget mereka yang dianggap kurang sensitif.

Pendapat Said Abdullah Terkait Nonaktif

Said Abdullah menjelaskan bahwa secara resmi tidak ada istilah nonaktif bagi anggota DPR sesuai dengan tatib ataupun Undang-Undang MD3. Namun, pengakuan dan penghormatan terhadap keputusan partai politik tetap harus dilakukan.

‘Saya menghormati keputusan yang diambil oleh partai-partai tersebut,’ ungkap Said saat memberikan keterangan di kompleks parlemen, Jakarta, pada Senin (1/9).

Ia menekankan bahwa pertanyaan mengenai keputusan nonaktif seharusnya ditujukan kepada partai politik yang terkait, bukan kepada dirinya sebagai ketua Badan Anggaran.

Dampak dan Respon Masyarakat

Keputusan untuk memberikan gaji kepada anggota DPR yang dinonaktifkan menimbulkan reaksi di masyarakat. Banyak yang menilai tindakan ini mencerminkan kurangnya tanggung jawab dari anggota legislatif.

Sejumlah netizen di media sosial juga menyuarakan ketidakpuasan, beranggapan bahwa para wakil rakyat seharusnya bertanggung jawab atas tindakan dan ucapan mereka.

Kontroversi ini tak hanya berpengaruh pada citra pribadi anggota DPR yang terlibat, tetapi juga terhadap institusi DPR secara keseluruhan, yang diharapkan dapat lebih baik dalam menjalankan tugas mereka demi kepentingan publik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
Tags
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU