Aji Darmaji, sosok dekat Mpok Alpa, terpalit salah paham dengan kakak Mpok Alpa, Mpok Banong, terkait perwalian anak di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
Baca juga: Dolby Vision 2: Menghadirkan Inovasi Memukau dalam Teknologi Visual TV
Sikap Aji yang dianggap berambisi menguasai warisan mendiang Mpok Alpa membuat Mpok Banong meradang, meskipun ada klarifikasi dari Aji mengenai niatnya.
Salah Paham yang Memunculkan Konflik
Aji Darmaji mendaftarkan perwalian anak ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan, dan tindakan ini dengan cepat menarik perhatian publik.
Banyak yang berasumsi bahwa Aji ingin menguasai warisan mendiang Mpok Alpa, yang memicu reaksi keras dari Mpok Banong.
Mpok Banong mendengar kabar dari warganet bahwa Sherly, anak Mpok Alpa dari suami sebelumnya, tidak akan diasuh oleh Aji, sehingga kekhawatiran muncul bahwa Sherly mungkin kehilangan hak warisnya.
Baca juga: Kota-Kota di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Klarifikasi yang Mengakhiri Ketegangan
Setelah kesalahpahaman yang terjadi, Aji Darmaji mengunjungi Mpok Banong untuk menjelaskan situasinya.
Ia menegaskan bahwa pendaftaran perwalian tersebut hanya berkaitan dengan masalah administrasi dan bukan untuk kepentingan warisan.
Dialog ini membawa mereka untuk meluruskan isu yang meruncing, membuat keduanya saling memahami posisi masing-masing.
Pendapat Mpok Banong Tentang Warisan
Saat ditanya mengenai warisan Mpok Alpa, Mpok Banong dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak pernah berniat untuk meminta bagian apapun.
"Kalau Mpok mah nggak pernah seujung kuku pun minta warisan dari Mpok Alpa, nggak pernah," tegasnya.
Ia menambahkan, "Itu urusan keluarganya Mpok Alpa jadi mpok nggak ada hak untuk nanya-nanya, mengetahui. Itu nanti gimana jalur hukum."
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Kota
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: