Jumat, 03 OKTOBER 2025 • 13:07 WIB

Sejarah Peralihan Nama Sunda Kelapa Menjadi Jakarta: Dari Pelabuhan ke Ibukota

Author

Sejarah Peralihan Nama Sunda Kelapa Menjadi Jakarta: Dari Pelabuhan ke Ibukota

Jakarta, yang kini menjadi ibukota Indonesia, dulunya dikenal dengan nama Sunda Kelapa, sebuah pelabuhan kecil yang berfungsi sebagai pusat perdagangan.

Baca juga: Desta Dukung Tuntutan ’17+8′ Usai Dihujat Soal Pilihan Politik

Sejarah peralihan nama ini mencerminkan perjalanan kota dari pelabuhan sederhana hingga pusat pemerintahan dan ekonomi yang dinamis.

Asal Usul Nama Sunda Kelapa

Nama Sunda Kelapa berasal dari kata 'Sunda', merujuk pada wilayah di bagian barat Pulau Jawa, dan 'Kelapa', yang berkaitan dengan pohon kelapa yang melimpah di daerah tersebut.

Pelabuhan ini berperan penting sebagai titik perdagangan vital, tempat bertemunya para pedagang dari berbagai wilayah, khususnya dari Tiongkok dan India.

Pada abad ke-16, Sunda Kelapa diakui oleh banyak pelaut sebagai lokasi strategis untuk melakukan transaksi dagang, memperdagangkan komoditas seperti rempah-rempah, beras, dan tekstil.

Baca juga: Meningkatkan Produktivitas: Feng Shui di Meja Kerja

Pergeseran Nama Menjadi Jakarta

Setelah kedatangan orang-orang Eropa, khususnya Belanda, nama Sunda Kelapa mulai berubah menjadi Batavia.

Pada tahun 1619, Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen mendirikan Batavia, yang menjadi pusat kekuasaan Belanda di Nusantara.

Perubahan nama ini mencerminkan dominasi kolonial Belanda yang mengambil alih jalur perdagangan dan pemerintahan, sekaligus menjadikan Batavia sebagai simbol kekuatan kolonial.

Jakarta Sebagai Ibukota Negara

Setelah Indonesia meraih kemerdekaan pada tahun 1945, nama Jakarta diresmikan sekali lagi untuk mencerminkan identitas nasional yang baru.

Jakarta ditetapkan sebagai ibukota negara dan mengalami pertumbuhan pesat di tengah urbanisasi yang terus meningkat.

Saat ini, Jakarta dikenal sebagai salah satu kota dengan dinamika ekonomi tercepat di Asia Tenggara, meski menghadapi tantangan seperti kemacetan dan polusi.

Baca juga: Inovasi Kecerdasan Buatan dalam Perawatan Keguguran

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Aby

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU