Senin, 27 OKTOBER 2025 • 10:02 WIB

Refleksi Edwin Super Bejo: Dari Puncak Kesuksesan ke Kebangkitan Hidup

Author

Refleksi Edwin Super Bejo: Dari Puncak Kesuksesan ke Kebangkitan Hidup

Presenter senior Edwin Super Bejo pernah mengalami masa-masa sulit setelah meraih popularitas tinggi sejak tahun 1991. Dalam momen refleksinya, ia menyadari betapa cepatnya semua yang dimiliki bisa lenyap.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Keresahan Masyarakat

Kini berusia 56 tahun, Edwin mengungkapkan bagaimana ia terlena dengan kesuksesan dan akhirnya harus menjual aset-asetnya yang berharga. Ia kini berusaha bangkit dan memperbaiki hidupnya dengan lebih sadar.

Momen Terlena di Puncak Karier

Sejak terkenal pada awal 90-an, Edwin merasakan kepopuleran yang membuatnya tidak lagi termotivasi untuk bekerja. Dalam sebuah acara, ia mengungkapkan, "Dari tahun 91 itu kan lama banget sama Jody. Zaman-zaman dulu, terus ada saatnya kita kadang-kadang merasa bosan, merasa top, sampai akhirnya lupa, akhirnya gak mau ambil job, kerjanya main terus, main motor, main segala macam."

Saat itu, ia merasa sudah memiliki segalanya. Edwin melanjutkan, "Ternyata... yang kita pikir uang itu ada terus tiba-tiba menguap, tiba-tiba habis," mengisyaratkan betapa cepatnya keadaan bisa berubah.

Baca juga: Dukungan Menteri Keuangan Sri Mulyani Pasca Penjarahan Rumahnya

Keterpurukan dan Penjualan Aset

Kehidupan Edwin berubah drastis ketika ia menyadari bahwa semua yang dimiliki tidak lagi berarti. Ia menceritakan pengalaman menjual aset-aset berharga miliknya.

"Ada jam, jual. Motor ada, jual. Mobil ada, jual. Semua dijual, selama ini jadi hidup pakai uang yang dijual akhirnya berasa kok rumahnya kosong, mobil gak ada, selama ini aku gak ngapa-ngapain. Aku merasa punya doang," paparnya.

Kondisi ini menyadarkannya bahwa kesuksesan bukan hanya soal kepemilikan, melainkan juga tentang usaha dan kerja keras.

Membangkitkan Semangat dan Refleksi Hidup

Setelah menyadari kesalahannya, Edwin berkomitmen untuk memperbaiki kehidupannya. Ia menyatakan, "Akhirnya sadar itu salah, berusaha memperbaiki diri dengan usaha lagi."

Edwin juga berbagi pesan bagi rekan-rekannya yang mungkin merasa terpuruk. "Ada satu hal juga yang Edwin lihat, orang drop gak selamanya jatuh. Ketika kita berusaha ikhtiar, kita mau bangkit insyaallah ada rezeki terus dari Allah," tuturnya, mencerminkan harapan dan keyakinan akan masa depan.

Baca juga: Gula Tersembunyi dalam Makanan Sehari-Hari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU