Anak muda di China kini mengadopsi tren makan ulat sebagai bagian dari gaya hidup hemat. Tren ini muncul dari komunitas online bernama 'Asosiasi Pria Hemat' yang terinspirasi untuk mengurangi pengeluaran.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni setelah Penjarahan
Salah satu jenis ulat yang populer adalah ulat bread worm, yang dikenal kaya protein serta lebih terjangkau dibandingkan dengan daging unggas atau sapi. Harganya sekitar 12 yuan (Rp 28 ribu) per kilonya, dan mengandung 20 persen protein.
Keuntungan Mengkonsumsi Ulat
Ulat bread worm menjadi pilihan karena harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan sumber protein konvensional. Menurut informasi yang beredar, satu pengguna media sosial mencatat bahwa dengan mengonsumsi ulat ini untuk makan tiga kali, total biaya yang dikeluarkan hanya sekitar tiga yuan (Rp 7 ribu).
Bahkan, dalam komunitas tersebut, terdapat berbagai cara untuk mengolah ulat ini. Salah satunya adalah dengan mengukusnya untuk menghemat penggunaan minyak goreng.
Beberapa individu mengolah ulat menjadi pasta, yang bisa digunakan untuk membuat pangsit atau burger. Selain nilai ekonomisnya, komunitas ini mengklaim memiliki manfaat lain.
Salah satu pengguna mengungkapkan bahwa suara ulat ketika bergerak di malam hari dapat membantu mengatasi masalah insomnia yang dialaminya. 'Bonus lainnya, di malam hari saya taruh mangkuk berisi ulat di samping tempat tidur. Suara mereka merayap seperti gema ombak laut.'
Baca juga: Microsoft Perkenalkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word ke OneDrive
Strategi Hemat Lainnya di Kalangan Anak Muda
Komunitas ini juga memberikan banyak saran praktis untuk berhemat dalam kehidupan sehari-hari. Selain mengonsumsi ulat, terdapat ide cerdas seperti membekukan telur yang telah dikocok dengan wadah es batu, sehingga satu butir telur dapat digunakan untuk tiga kali makan.
Penggunaan kembali bahan makanan seperti kulit dan tulang ayam juga dioptimalkan. Di dalam grup online, disarankan untuk memasak kulit dan tulang ayam menjadi sup, sementara minyak dari kulit ayam panggang dapat digunakan untuk menumis nasi.
Aneka strategi terkait penghematan biaya pula disampaikan, seperti menyewa apartemen di bawah unit dengan sistem pemanas lantai agar tetap hangat di musim dingin tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan yang tinggi.
Dampak Ekonomi dari Perubahan Gaya Hidup
Perubahan gaya hidup ini berdampak signifikan terhadap pengeluaran tahunan mereka. Salah satu pengguna mencatat bahwa sebelumnya ia menghabiskan lebih dari 30 ribu yuan (sekitar Rp 70 juta) per tahun.
Namun kini, setelah mengadopsi gaya hidup hemat, total pengeluaran mereka termasuk uang kuliah hanya sedikit di atas 10 ribu yuan (Rp 23,3 juta).
Perubahan pola makan dan cara hidup seperti ini mencerminkan tantangan ekonomi yang dihadapi anak muda di China saat ini. Dengan biaya hidup yang terus meningkat, banyak yang memilih untuk memanfaatkan sumber daya yang lebih terjangkau.
Dengan demikian, fenomena ini bukan hanya sekedar tren, tetapi juga sebuah strategi bertahan hidup yang efektif di tengah inflasi dan kenaikan harga.
Baca juga: Menu Sarapan Sehat untuk Petinju: Mengoptimalkan Stamina dan Performa Latihan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: