Di era digital ini, banyak orang lebih mempercayai influencer ketimbang ahli di bidang tertentu. Fenomena ini terlihat jelas, bahkan dalam keputusan sehari-hari yang diambil oleh masyarakat.
Baca juga: Kemenperin Belum Terima Pengajuan Izin Penjualan iPhone 17 dari Apple
Sementara para ahli sering memberikan informasi berbasis data dan penelitian, influencer dapat menjangkau audiens dengan cara yang lebih dekat dan personal.
Kekuatan Media Sosial
Media sosial telah mengubah cara kita berinteraksi dan menerima informasi. Dengan platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube, influencer mampu menyampaikan pesan mereka dengan cepat dan menarik.
Interaksi yang terjadi di media sosial menciptakan koneksi emosional antara influencer dan pengikutnya. Hal ini membuat pengikut merasa lebih dekat dan percaya pada apa yang disampaikan, dibandingkan dengan informasi yang didapat dari sumber formal.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan ’17+8′ Usai Dihujat Soal Pilihan Politik
Pendekatan yang Relatable
Influencer seringkali berbagi pengalaman pribadi dan cerita yang relatable, menjadikan mereka lebih manusiawi di mata pengikut. Mereka tidak sekadar menyampaikan teori, tapi juga membagikan perjalanan hidupnya.
Ketika influencer menunjukkan sisi vulnerabilitas mereka, ini menciptakan rasa empati dari pengikut. Sehingga, pesan yang disampaikan terasa lebih otentik dan benar-benar dirasakan oleh audiens.
Trust and Authenticity
Dalam dunia yang dipenuhi dengan informasi palsu, keaslian menjadi kunci utama dalam membangun trust. Influencer yang dianggap kredibel dalam niche tertentu mampu menarik perhatian lebih banyak orang.
Banyak orang beranggapan bahwa influencer yang mereka ikuti telah menyaring informasi dan hanya berbagi yang benar-benar mereka percaya. Oleh karena itu, suara mereka menjadi sangat berpengaruh, bahkan bisa mengungguli pendapat ahli.
Baca juga: Dolby Vision 2: Menghadirkan Inovasi Memukau dalam Teknologi Visual TV
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: