Selasa, 16 DESEMBER 2025 • 17:37 WIB

TikTok Hapus Ratusan Ribu Video Terkait Perjudian dan Penipuan di Indonesia

Author

TikTok Hapus Ratusan Ribu Video Terkait Perjudian dan Penipuan di Indonesia

TikTok mengumumkan penghapusan lebih dari 600 ribu video terkait perjudian dan penipuan pada tahun 2025. Ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk menjaga keamanan digital di platformnya.

Baca juga: Peluncuran iPhone 17 Series: Apakah eSIM Akan Jadi Standar Baru?

Hal ini disampaikan oleh Hilmi Adrianto, Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah TikTok Indonesia, dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta.

Langkah TikTok Dalam Menanggulangi Konten Negatif

Hilmi Adrianto menyatakan bahwa lebih dari 424 ribu video terkait perjudian online telah dihapus pada paruh pertama tahun 2025. Tidak hanya itu, TikTok juga menghapus lebih dari 1,6 juta komentar yang mempromosikan perjudian.

Hilmi menekankan bahwa selain perjudian, TikTok juga menghadapi masalah penipuan online yang semakin meningkat. "Dan bicara tentang keamanan digital, tidak hanya judul online, tapi juga ada isu lainnya yaitu isu penipuan online," ujarnya.

Menurut Hilmi, tantangan yang ada semakin besar, seiring dengan banyaknya cara yang dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Oleh karena itu, TikTok mengambil langkah serius untuk menangani kedua isu ini secara komprehensif.

Baca juga: Kota-Kota di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Statistik Mengenai Penipuan Online di Indonesia

Dalam enam bulan pertama 2025, TikTok berhasil menghapus sekitar 232 ribu konten penipuan. Selain itu, lebih dari 180 ribu iklan berbayar yang dianggap mengandung unsur penipuan juga telah teridentifikasi dan dihapus.

Hilmi mengungkapkan fakta mencengangkan di mana setiap harinya terdapat sekitar 700-800 korban penipuan online di Indonesia. Angka ini menunjukkan bahwa tingkat penipuan di Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara tetangga.

Tidak hanya masyarakat umum yang menjadi target, tetapi juga lembaga keuangan dan influencer. Hal ini menunjukkan bahwa penipuan online dapat menyasar hampir semua lapisan masyarakat.

Kolaborasi untuk Menghadapi Penipuan Online

Hilmi menegaskan bahwa isu penipuan online merupakan tantangan yang tidak bisa diselesaikan oleh satu platform saja. "Ini adalah tantangan besar yang tidak bisa diselesaikan sendiri. Kita harus berjalan bersama-sama," tegasnya.

Sebagai respons terhadap ancaman digital yang semakin meningkat, TikTok memperkuat inisiatif keamanan digital dengan meningkatkan kolaborasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Keterlibatan berbagai pihak dianggap penting untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan nyaman bagi semua pengguna TikTok di Indonesia.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni setelah Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU