Minggu, 11 JANUARI 2026 • 21:49 WIB

Gubernur Jakarta menyerukan hukuman berat bagi WNA yang diduga ekshibisionis di Blok M

Author

Gubernur Jakarta menyerukan hukuman berat bagi WNA yang diduga ekshibisionis di Blok M

Sebuah insiden yang mengejutkan terjadi di Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan, di mana seorang pria berkewarganegaraan asing diduga melakukan ekshibisionisme. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pentingnya menegakkan hukum yang berat jika terbukti bersalah.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone

Kejadian ini menarik perhatian masyarakat dan pihak kepolisian setelah dilaporkan berlangsung pada Sabtu, 10 Januari 2026. Saksi melaporkan bahwa pelaku memberikan alasan yang tidak pantas terkait perilakunya tersebut.

Rincian Insiden

Insiden tersebut terjadi pada siang hari dan melibatkan pengakuan pelaku kepada saksi mata. Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Baru, Kompol Suparmin, melaporkan bahwa pelaku mengungkapkan perilakunya disebabkan oleh rasa gerah akibat cuaca panas di Jakarta.

“Keterangan dari saksi, pelaku menanyakan alasan mengapa melakukan perbuatan tersebut. Alasannya cuacanya di Indonesia sangat panas dan membuat gatal dari leher sampai bawah,” ungkap Suparmin.

Setelah insiden, pelaku meninggalkan lokasi tanpa menyerahkan informasi kontak kepada petugas keamanan setempat. Polisi mengingatkan masyarakat untuk melaporkan kejadian serupa jika terjadi di lain waktu.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental: Pentingnya Perhatian untuk Generasi Muda

Tindakan Kepolisian

Setelah laporan diterima, pihak kepolisian segera melakukan pengecekan di lokasi kejadian. Mereka juga menyisir rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku.

“Kita sambil cek CCTV, kan nggak ada nih, kita imbau aja sambil kita cari (pelaku),” kata Suparmin, menekankan langkah-langkah yang diambil untuk menangkap pelaku.

Polisi juga mengimbau agar pihak keamanan di sekitar lokasi lebih waspada dan mempertimbangkan pemasangan CCTV untuk meningkatkan pengawasan di area tersebut.

Pernyataan Gubernur

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa tindakan pelaku tidak dapat diterima oleh masyarakat. “Ya kalau itu dilakukan, tertangkap, dihukum seberat-beratnya,” tegasnya, menegaskan perlunya sanksi tegas dalam hal ini.

Pernyataan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga ketertiban dan keamanan publik serta menolak tindakan asusila di ruang terbuka.

Diharapkan, dengan respon tegas dari pemerintah, masyarakat dapat merasa lebih aman saat beraktivitas di ruang publik dan bahwa tindakan tidak pantas akan ditindaklanjuti dengan serius.

Baca juga: Menggali Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU