Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 14:27 WIB

Gubernur NTT Mengakui Kegagalan Dalam Menangani Isu Sosial Setelah Tragedi Penyelamatan Nyawa Seorang Siswa

Author

Gubernur NTT Mengakui Kegagalan Dalam Menangani Isu Sosial Setelah Tragedi Penyelamatan Nyawa Seorang Siswa

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, mengekspresikan penyesalannya atas tragedi seorang siswa SD berinisial YBS yang mengakhiri hidupnya di usia yang sangat muda.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Keresahan Masyarakat

Keputusan tersebut diduga dipicu oleh ketidakmampuan finansial untuk membeli alat tulis sekolah.

Pernyataan Gubernur NTT mengenai Kegagalan Pemerintah

Melki Laka Lena menjelaskan bahwa insiden ini merefleksikan kegagalan dari berbagai pranata sosial yang ada di masyarakat. "Ini kan kita tidak tahu apa yang salah, tapi pranata sosial kita berarti gagal urus model beginian," ujarnya saat menghadiri peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa di Kupang.

Dalam sesi tersebut, Melki menekankan pentingnya evaluasi mendalam untuk memahami kesalahan yang terjadi dalam kasus ini. "Saya minta kita semua hadir di tempat ini, para pejabat-pejabat daerah, termasuk diri saya sendiri kayak gini cukup terakhir sudah," lanjutnya.

Pentingnya akuntabilitas juga ditekankan oleh Melki, yang menyatakan bahwa semua pihak harus bersedia menanggung konsekuensi jika kesalahan terdapat dalam manajemen respons terhadap permasalahan sosial.

Baca juga: Tips Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang yang Cozy

Kronologi Kasus YBS dan Komentar Ibu

Insiden menyedihkan ini melibatkan seorang siswa kelas IV, YBS, yang diduga melakukan tindakan fatal setelah meminta uang kepada ibunya untuk membeli alat tulis. Ibu YBS, seorang petani dan buruh serabutan, mengaku tidak dapat memberikan bantuannya karena keterbatasan ekonomi.

Permintaan uang senilai Rp10.000 tersebut tidak bisa dipenuhi, menyoroti tantangan finansial yang dihadapi banyak keluarga di NTT. Keputusan ekstrem yang diambil YBS menggambarkan kesulitan yang dialami oleh individu muda dalam menghadapi tekanan dari kondisi sosial-ekonomi yang ada.

Situasi ini mencerminkan ketidakberdayaan masyarakat yang sering kali tidak memiliki akses terhadap kebutuhan dasar, sehingga menempatkan mereka dalam keadaan yang rentan.

Dampak dan Harapan untuk Perbaikan

Menanggapi peristiwa tragis ini, Melki Laka Lena merasa malu dan tertekan sebagai gubernur. "Malu saya sebagai gubernur model ini. Masa ada warga negara mati hanya karena model begini," ungkapnya saat memberikan tanggapannya.

Dia menekankan perlunya perubahan dalam cara pengelolaan bantuan sosial dan pelayanan publik untuk mencegah insiden serupa ke depan. Memastikan bahwa sumber daya yang dialokasikan tidak berujung pada kehilangan nyawa warga, terutama yang berasal dari kalangan kurang mampu, menjadi urgensi tersendiri bagi pemerintah.

Melki berkomitmen untuk menyelidiki akar masalah dari kejadian ini dan siap bertanggung jawab. "Kalaupun saya salah, saya siap dituntut, kesalahan itu ada dimana, siap dia dituntut," tegasnya.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU