Di era digital, sejumlah tokoh berbakat kembali mencuri perhatian generasi muda melalui platform media sosial dan konten kreatif.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni setelah Penjarahan
Tokoh dari berbagai bidang, mulai dari ilmuwan hingga seniman, menawarkan perspektif baru yang menginspirasi anak muda di seluruh dunia.
Einstein dan Fisika Pop
Albert Einstein, yang telah lama tiada, namanya kembali meroket di berbagai platform berkat meme dan video pendek. Gaya penggambaran Einstein sebagai sosok jenius yang lucu menarik perhatian banyak kalangan, terutama anak muda, untuk mendalami fisika.
Platform seperti Instagram dan TikTok banyak mengutip kata-kata bijak dari Einstein, yang menciptakan kesan bahwa ilmu pengetahuan bisa menyenangkan. Secara khusus, sebuah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konten ilmiah yang dikemas dengan humor berhasil meningkatkan minat pelajar dalam bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak
Kehidupan dan Karya Van Gogh
Vincent van Gogh, pelukis Post-Impressionist, kembali mengisi feed media sosial dengan karya seninya yang terkenal. Instagram dan Pinterest penuh dengan postingan yang tidak hanya mempromosikan karyanya, tetapi juga menggambarkan kehidupan Van Gogh yang penuh warna dan tragedi.
Melalui kisah hidup yang rumit, generasi muda merasa terhubung dengan Van Gogh sehingga mereka lebih menghargai seni dan ekspresi kreatif. Banyak dari mereka terinspirasi untuk melukis setelah melihat bagaimana karyanya bisa menyentuh perasaan orang lain.
Pengaruh Pop Culture dari Tokoh Sejarah
Tokoh-tokoh bersejarah seperti Cleopatra dan Nelson Mandela kini kembali menjadi sorotan. Diolah dalam film dan serial, mereka diperkenalkan dengan cara yang lebih relatable menuju generasi saat ini.
Contohnya, Cleopatra diperankan oleh artis yang beragam, yang menggambarkan sisi kemanusiaan dan kompleksitas dari perjalanan kariernya. Berbagai kreasi konten di YouTube dan platform streaming sering kali menggunakan narasi yang menarik tentang perjuangan dan keberanian mereka, menjadikannya lebih dari sekadar pelajaran dalam buku sejarah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: