Kamis, 26 FEBRUARI 2026 • 23:50 WIB

Buka Puasa Bareng: Kelelahan di Balik Kebersamaan

Author

Buka Puasa Bareng: Kelelahan di Balik Kebersamaan

Buka puasa bareng, atau bukber, tengah menjadi tradisi populer di Indonesia saat bulan Ramadan, terutama di akhir pekan. Namun, kegiatan yang seharusnya menyenangkan ini bisa menjadi melelahkan bagi banyak orang.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dalam Acara Seni Melawan Tirani

Fenomena ini, dikenal sebagai 'Sunday Bukber Syndrome', menggambarkan bagaimana padatnya jadwal bukber bisa menguras energi, sehingga momen kebersamaan justru menjadi sebuah beban.

Tekanan Sosial dan Harapan Tinggi

Tradisi bukber biasanya menjadi waktu berkumpul dengan teman dan keluarga, namun tidak sedikit orang merasa tertekan untuk menghadiri semua undangan. "Ada harapan tinggi untuk tampil maksimal dalam hal pakaian dan tempat, menciptakan rasa cemas dan kekhawatiran," ungkap seorang ahli psikologi.

Banyak yang merasa tidak enak untuk melewatkan undangan dari teman dekat atau kerabat, sehingga harus mengorbankan waktu pribadi. Pada akhirnya, situasi ini membuat orang cenderung mengabaikan kebutuhan mereka sendiri demi memenuhi ekspektasi sosial.

Baca juga: Microsoft Perkenalkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word ke OneDrive

Jadwal Bukber yang Padat

Dalam satu akhir pekan, tak jarang seseorang diundang lebih dari satu acara bukber. Ketidakmatangan dalam perencanaan sering kali menyisakan waktu yang sempit untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Kepadatan jadwal ini mengganggu kesempatan individu untuk menikmati makanan dan berbincang santai, karena mereka terburu-buru. Hal ini berpotensi membuat pengalaman bukber yang seharusnya menyenangkan menjadi beban yang melelahkan.

Dampak Psikologis dari Kelelahan

Setelah menghadiri berbagai undangan, tidak jarang seseorang merasakan keletihan yang tidak hanya fisik tetapi juga emosional. Momen kebersamaan bisa menjadi tekanan yang mengganggu mood selama bulan Ramadan.

Beberapa individu bahkan mengalami kecemasan terkait acara bukber yang akan datang, mengakibatkan kurangnya kenikmatan dalam berkumpul. Siklus ini akhirnya menghalangi kesempatan untuk menikmati quality time karena terjebak dalam rutinitas yang melelahkan.

Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat dalam Perawatan Kulit

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU