Satelit NISAR NASA-ISRO Kirim Gambar Radar Pertama Permukaan Bumi
Satelit hasil kolaborasi antara NASA dan ISRO, bernama NISAR, telah mengirimkan gambar radar pertama permukaan Bumi yang menjadi bagian dari proyek riset termaju saat ini.
Baca juga: Kota-Kota di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Misi ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara daratan, vegetasi, dan es dengan detail yang belum pernah ada sebelumnya.
NISAR diluncurkan oleh ISRO pada 30 Juli lalu dan memotret Pulau Mount Desert di Maine, AS. Sistem radar L-band yang digunakan dapat menangkap detail visual yang menandai perairan, hutan, dan area tanah terbuka.
Beberapa hari setelah itu, radar yang sama memotret North Dakota, menampilkan area pertanian dan lahan basah dengan ketelitian tinggi. Teknologi ini memungkinkan pemantauan perubahan dalam tutupan lahan, pertumbuhan tanaman, serta kondisi hutan.
Dengan kemampuan mendeteksi objek sekecil lima meter, radar ini sangat penting untuk memahami dampak langsung terhadap iklim dan ketahanan pangan global.
Baca juga: Denza Luncurkan Versi Terbaru D9 dengan Harga Terjangkau di China
NISAR adalah satelit pertama yang membawa dua radar aktif berbeda: L-band dari NASA dan S-band dari ISRO. L-band memungkinkan pemantauan pergerakan tanah hingga milimeter, sedangkan S-band lebih cocok untuk vegetasi kecil.
Kombinasi dari dua radar ini memungkinkan NISAR untuk memindai seluruh permukaan darat dan es Bumi dua kali setiap 12 hari. Antena berdiameter 12 meter menjadikannya sebagai antena terbesar yang dikirim NASA ke luar angkasa.
Teknologi ini sangat esensial dalam mengumpulkan data bagi pemahaman ilmiah dan pengambilan keputusan terkait perubahan iklim.
Satelit NISAR kini berada di orbit setinggi 747 kilometer dan dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada November tahun ini. Data yang terkumpul diharapkan dapat membantu ilmuwan memahami bagaimana Bumi berevolusi dari waktu ke waktu.
Nicky Fox, Associate Administrator Science Mission Directorate NASA, menyampaikan, "Gambar awal ini baru pembuka dari data luar biasa yang akan dihasilkan NISAR."
Menurutnya, sains di balik NISAR akan memberi gambaran jelas tentang perubahan yang terjadi di daratan dan lapisan es, serta menjadi landasan bagi pengambil kebijakan dalam menghadapi bencana alam.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh yang Optimal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: