Inovasi Fitur Baru TikTok: Pengaturan Konten AI untuk Pengalaman yang Lebih Personal
TikTok baru saja memperkenalkan fitur terkini yang memungkinkan pengguna mengatur kemunculan konten berbasis kecerdasan buatan (AI) di halaman For You Page (FYP). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap semakin populernya video AI yang realistis di platform tersebut.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Kota
Menu 'Manage Topics' kini telah dilengkapi dengan opsi untuk konten yang dihasilkan oleh AI, memberikan fleksibilitas tambahan bagi pengguna dalam memilih jenis konten yang ingin mereka lihat.
Dengan fitur pengaturan topik ini, pengguna dapat menyesuaikan frekuensi tayangan untuk berbagai kategori konten seperti Dance, Sports, dan Food & Drinks. TikTok menyatakan, "Manage Topics sudah memungkinkan orang menyesuaikan frekuensi tayangan dari berbagai kategori seperti Dance, Sports, dan Food & Drinks," yang mengedepankan elemen personalisasi dalam pengalaman pengguna.
Fitur ini tidak hanya menawarkan berbagai pilihan kategori, tetapi juga memperhatikan preferensi pengguna dalam menikmati konten. TikTok menjelaskan bahwa "pengaturan AIGC dimaksudkan untuk membantu orang menyelaraskan ragam konten di feed mereka, bukan untuk menghapus atau mengganti konten sepenuhnya," sehingga memberikan opsi bagi pengguna yang tidak ingin melihat konten berbasis AI.
Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viralitas Video Joget anggota DPR
Dalam peluncuran fitur ini, TikTok turut memperhatikan tren yang berkembang di dunia digital. Beberapa platform lain, termasuk OpenAI dan Meta, juga memperkenalkan layanan baru yang fokus pada konten AI; Meta dengan fitur Vibes dan OpenAI dengan peluncuran Sora, sebuah platform berbagi video berbasis AI.
Ketersediaan alat seperti Sora memberikan kontribusi dalam peningkatan jumlah video AI di TikTok. Banyak kreator konten memanfaatkan teknologi AI untuk memproduksi visual dalam konten yang berkaitan dengan sejarah, hiburan, dan selebritas.
Di samping pengaturan konten, TikTok sedang menguji teknologi invisible watermarking. Teknologi ini bertujuan untuk memperkuat pelabelan konten AI agar tetap dapat dideteksi, meskipun telah diunggah ulang atau diedit, menjaga integritas konten yang dihasilkan oleh AI.
Perusahaan juga menambahkan bahwa teknologi ini akan diterapkan pada konten AI yang dibuat dengan berbagai alat TikTok, seperti AI Editor Pro dan konten yang diunggah dengan Content Credentials. Lebih lanjut, TikTok mengumumkan peluncuran dana literasi AI senilai US$2 juta untuk mendukung organisasi dalam menciptakan konten edukatif mengenai literasi dan keamanan AI.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: