BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 11:32 WIB

Pertarungan Dua Miliuner: Elon Musk vs Jeff Bezos dalam Membangun Pusat Data Kecerdasan Buatan di Luar Angkasa

Pertarungan Dua Miliuner: Elon Musk vs Jeff Bezos dalam Membangun Pusat Data Kecerdasan Buatan di Luar AngkasaPertarungan Dua Miliuner: Elon Musk vs Jeff Bezos dalam Membangun Pusat Data Kecerdasan Buatan di Luar Angkasa

Dua miliuner ternama, Elon Musk dan Jeff Bezos, kini bersaing dalam menciptakan pusat data kecerdasan buatan (AI) di luar angkasa. Inisiatif ini sejalan dengan kemajuan teknologi yang dikejar oleh Bezos melalui perusahaan antariksa Blue Origin.

Baca juga: Tips Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang yang Cozy

Sementara itu, Musk melalui SpaceX merespons tantangan ini dengan memanfaatkan teknologi satelit Starlink. Kedua tokoh ini berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan komputasi berdaya tinggi di wajah Bumi yang semakin kompleks.

Pengembangan Pusat Data oleh Blue Origin

Perusahaan Blue Origin yang didirikan oleh Jeff Bezos, selama lebih dari satu tahun, telah mengembangkan teknologi untuk membangun pusat data AI di luar angkasa. Langkah ini dianggap sebagai terobosan baru dalam pemanfaatan ruang angkasa untuk komputasi berdaya tinggi.

Laporan dari The Wall Street Journal menyebutkan bahwa Bezos memperkirakan pusat data berskala gigawatt dapat direalisasikan dalam 10 hingga 20 tahun mendatang. Ia menegaskan bahwa sumber energi surya di luar angkasa akan mampu menekan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi.

Dengan demikian, pusat data di luar angkasa berpotensi menjadi solusi untuk kebutuhan komputasi yang terus meningkat seiring perkembangan teknologi.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viralitas Video Joget anggota DPR

Inovasi SpaceX dengan Teknologi Starlink

Di sisi lain, SpaceX berencana untuk meningkatkan fungsionalitas satelit Starlink dengan menampung muatan komputasi AI. Hal ini sejalan dengan penilaian valuasi perusahaan yang mencapai US$800 miliar, sebagaimana dilaporkan oleh New York Post.

Elon Musk sendiri membantah bahwa SpaceX sedang mencari pendanaan dengan angka valuasi tersebut. Menurutnya, informasi tersebut tidak akurat dan perusahaan tetap fokus pada pengembangan teknologi yang mendukung inisiatif ini.

Seiring dengan itu, penambahan muatan komputasi AI di satelit diharapkan dapat menjawab tantangan kebutuhan teknologi yang semakin maju.

Tantangan dan Potensi Pusat Data di Ruang Angkasa

Permintaan akan sumber listrik dan pendinginan yang diperlukan untuk server di Bumi mendorong perhatian pada potensi pusat data yang beroperasi di orbit. Google juga tengah merencanakan pembangunan pusat data di luar angkasa yang dijadwalkan dimulai pada tahun 2027.

Dalam rencana tersebut, Google berharap dapat meluncurkan sekitar 80 satelit bertenaga surya ke orbit untuk memenuhi permintaan AI yang semakin menguat. Inisiatif ini menggambarkan perhatian global terhadap pemanfaatan energi terbarukan.

Meski begitu, tantangan tetap ada, seperti emisi karbon dari peluncuran roket yang dapat mempengaruhi lingkungan. Tidak hanya itu, dampaknya terhadap pengamatan astronomi pun menjadi pertimbangan penting dalam perencanaan ini.

Baca juga: Gula Tersembunyi dalam Makanan Sehari-Hari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pertarungan Dua Miliuner: Elon Musk vs Jeff Bezos dalam Membangun Pusat Data Kecerdasan Buatan di Luar Angkasa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!