Waspada, Metode Pembajakan Akun WhatsApp Semakin Canggih
Pengguna WhatsApp kini harus lebih waspada akan metode pembajakan baru yang disebut GhostPairing. Metode ini memungkinkan peretas membajak akun tanpa memerlukan kode OTP, membuatnya semakin sulit dideteksi.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat Populer di Kalangan Pecinta Kebugaran
GhostPairing memanfaatkan fitur Linked Devices, yang dapat memberikan akses ke chat dan foto dengan sangat mudah. Hal ini telah menjadi peringatan serius bagi banyak pengguna di Indonesia.
GhostPairing adalah teknik yang diungkap oleh perusahaan keamanan siber, Gen Digital. Metode ini berfungsi dengan mengirimkan pesan jebakan yang berisi tautan palsu, di mana korban diminta untuk memasukkan nomor ponsel dan kode pairing yang sebenarnya tidak aman.
Setelah korban terjebak, peretas dapat mengakses riwayat chat dan foto-foto, bahkan mengirim pesan atas nama korban. Hal ini membuat metode ini sangat berbahaya, karena korban tidak menyadari bahwa akun mereka telah dibajak.
Dengan memanfaatkan fitur Linked Devices, GhostPairing memberikan pintu masuk yang lebih bebas bagi para peretas. Ini mengubah cara kerja pembajakan akun yang sebelumnya lebih bergantung pada kode OTP.
Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viralitas Video Joget anggota DPR
Serangan GhostPairing biasanya dimulai dengan pesan yang tampak berasal dari kontak yang dikenal. Pesan ini mengandung tautan ke halaman Facebook palsu yang dirancang untuk menipu korban.
Setelah tautan tersebut diklik, korban akan diarahkan untuk melakukan 'verifikasi' dengan memasukkan nomor ponsel mereka. Sayangnya, nomor ponsel itu justru digunakan peretas untuk mendapatkan akses ke akun WhatsApp.
Proses ini sangat cerdik dan bisa mengelabui banyak orang, menjadikannya ancaman yang nyata dalam dunia digital saat ini.
Untuk melindungi diri dari pembajakan melalui GhostPairing, penting bagi pengguna WhatsApp untuk rutin memeriksa perangkat yang tertaut pada akunnya. Ini dapat membantu mendeteksi akses yang tidak sah.
Pengguna juga disarankan untuk mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah. Ini memberikan tambahan lapisan keamanan pada akun dan membuatnya lebih sulit untuk dibajak.
Selain itu, disarankan agar pengguna tidak mengklik tautan yang tidak dikenal, meskipun tautan tersebut dikirim dari kontak yang dikenal. Memastikan bahwa pesan berasal dari sumber terpercaya adalah langkah bijak dalam menjaga keamanan akun.
Baca juga: Inovasi Kecerdasan Buatan dalam Perawatan Keguguran
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: